Kisah Haru Lansia Kotabaru Penerima Hadiah Umrah Kapolres Diguyur Bantuan Warga Rp10 Juta

Rombongan pegiat sosial santuni pengayuh becak yang mendapat hadiah umroh dari Kapolres Kotabaru. Foto by adainfo.net

 

ADAINFO, KOTABARU – Kisah haru kembali datang dari daerah terujung Kalimantan Selatan (Kalsel). Tepatnya, di pusat Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru.

Aktor kisah yang bikin meleleh kali ini berasal dari seorang kakek bernama Khatib, berusia 76 tahun.

Khatib ini sudah puluhan tahun berprofesi sebagai pengayuh becak, dan tergolong sebagai warga yang serba kekurangan.

Namun semenjak ia didatangi Kapolres Kotabaru AKBP Dr Tri Suhartanto untuk diberi hadiah umrah ke Tanah Suci banyak warga Sa Ijaan yang menaruh simpatik.

Bahkan, ada warga yang sengaja membuka donasi untuk membantu Khatib, hingga ada yang diam-diam langsung memberi bantuan.

Hal itu pun terungkap jelas, saat lensa kamera ini berhasil menangkap suasana haru ketika sejumlah dermawan beramai-ramai mendatangi rumah kontrakan Khatib.

Mereka datang tidak tangan kosong. Tapi, membawa beragam bantuan untuk Khatib. Itu mulai yang tunai, perlengkapan isi rumah, hingga seperangkat pakaian baru.

Desi Puspitasari, warga Desa Semayap, sekaligus pegiat sosial ini mengaku terpanggil untuk bisa membantu sang kakek, setelah diberi hadiah umrah Kapolres.

“Mulanya saya bersama rekan-rekan merasa kasian karena Kakek Khatib ini bekerja sebagai tukang becak, dan hidupnya serba kekurangan,” ujar Desi.

Selanjutnya wanita ringan tangan ini bilang berinisiatif untuk membuka donasi untuk membantu kakek Khatib, utamanya untuk kelancaran ibadah umrah.

“Tapi, Alhamdulillah. Sebelum saya membuka donasi sudah banyak rekan-rekan yang merespons dan memberikan bantuan, dan sampai hari ini jumlah uang yang terkumpul hampir Rp10 juta,” tuturnya Kamis 22 Februari 2024.

Desi menambahkan uang tersebut kemudian dibelikan bantuan. Mulai dari baju hingga perlengkapan umrah, dan sisa donasi diberikan kepada kakek Khatib untuk keperluan di Tanah Suci.

Pada intinya, kami ikhlas membantu karena Kakek Khatib akan segera berangkat umrah dan menjadi tamu Allah berkat bantuan Kapolres serta bantuan para penyumbang.

“Semoga Kakek Khatib diberikan kesehatan dan kelancaran dalam beribadah umrah. Kapolres juga dibalas Allah SWT ganjaran yang berlipat-lipat ganda karena telah peduli terhadap warga kecil,” harapnya.

Sebagai pengingat, Khatib berusia 76 tahun. Sejak merantau ke Kotabaru puluhan tahun silam ia terpaksa banting tulang mencari cuan untuk makan sehari-hari.

Lantaran keterbatasan dan dalam kondisi serba kurang dari segi ekonomi, Khatib mengenakan pakaiannya lusuh tetap semangat mengkal di pusat kota untuk mencari peruntungan.

Lantaran dari jaman baheula hingga era canggih ini cukup minim penumpang yang berminat naik becak. Imbasnya, penghasilan Khatib pun cukup memperihatinkan dan tak mampu menabung apalagi bikin rumah hingga kini.

Atas kondisi itu, Khatib terpaksa tidur di becaknya, di jalan, serta di teras toko hingga di pelabuhan beralaskan kardus bekas.

Sembari meneteskan air mata, Khatib juga bercerita pernah mendapatkan musibah yakni tas berisi uang Rp4juta yang ditabungnya bertahun-tahun diembat maling, dan istri kesayangannya meninggal dunia.

“Sedih, saya pernah kehilangan tas berisi uang Rp4 juta, kemudian tak lama istri saya juga meninggal dunia lantaran sakit,” tutur Khatib lirih.

Meski begitu, Khatib sama sekali tak putus asa dan memilih mengikhlaskan uangnya yang raib itu lalu tetap bekerja keras agar bisa menjalani sisa usia yang sudah terbilang renta.

“Padahal itu tabungan saya selama bertahun-tahun. Tapi biarlah saya pasrah dan tetap berusaha, dan yang paling penting saya tidak menjadi pengemis atau minta-minta,” ucapnya.

Singkat cerita, pada Jumat (2/2) siang kesabaran doa Khatib nampaknya diijabah oleh Allah SWT melalui seorang dermawan.

Sebab, siang itu Khatib mendadak didatangi Kapolres Kotabaru AKBP Tri Suhartanto saat mangkal menunggu penumpang.

Pemegang tongkat komando Mapolres di Bumi Sa Ijaan ini datang bukan mau menangkapnya. Justru membawa kabar gembira untuk Khatib.

Betapa tidak, Kapolres secara spontan berucap akan memberi hadiah berupa paket umrah gratis untuk Khatib ke Tanah Suci.

Lantaran tak ada firasat sebelumnya, Khatib terlihat kaget atas kejutan dari Kapolres yang dikenal ramah plus ringan tangan itu.

Praktis, air mata Khatib pun seketika mengalir saat itu lalu keduanya saling berpelukan erat.

“Alhamdulillah ya Allah. Terimakasih banyak Pak Kapolres. Saya kaget dan tak menyangka. Semoga rezeki bapak makin mengalir deras dan sukses,” ucap Khatib sembari mengusap air matanya.

Sebagai informasi, sebelumnya AKBP Tri Suhartanto juga telah memberangkatkan umrah sebanyak enam orang dari berbagai kalangan. Itu mulai dari tokoh agama, guru mengaji, dan wartawan.

Berikutnya, Kapolres kembali terpanggil menyedekahkan rezekinya memberangkatkan umrah untuk sepuluh orang. Terdiri dari marbot masjid, tukang becak, anggota TNI-Polri, Senkom Mitra Polri, hingga seorang wartawan.

Dijadwalkan, para penerima hadiah paket umrah Kapolres ini akan diberangkatkan ke tanah suci usai Pemilu, yakni sekitar tanggal 25 Februari 2024. (duki).