
ADAINFO, KOTABARU – Kisah haru datang lagi dari seorang perwira polisi yang berdinas di lingkup Kepolisian Resort (Polres) Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Nama lengkap polisi itu ialah Iptu Tri Wibawa. Ia memberikan paket hadiah umrah gratis kepada seorang buruh bangunan, Fahrian (44) yang tak lain merupakan sahabat lamanya.
Persahabatan keduanya pun disebut punya cerita pahit tersendiri semasa di perantauan.
Sosok Iptu Tri Wibawa yang kini menjabat sebagai Kapolsek Pulau Laut Tengah. Ia sempat los kontak dengan Fahrian sekitar 20 tahun lamanya.
Selama itu Tri pun terus mencari keberadaan Fahrian, namun tak kunjung bertamu hingga akhirnya dipertamukan tanpa sengaja, melalui informasi dari sesama buruh bangunan.
Padahal keduanya pernah tinggal bersama dan terpaksa harus bertahan hidup dan mencari peruntungan bekerja sebagai buruh toko di kawasan Cempaka Banjarbaru tahun 2003 silam.
Nah, Fahrian sendiri disebut pantas mendapatkan hadiah umrah lantaran banyak membantu hingga memberikan motivasi kebaikan untuk Tri.
Diantaranya ialah, Fahrian setiap malam selalu mengajak Tri untuk rajin salat berjamaah hingga membangunkan salat malam dan bermunajat kepada sang Khaliq.
Kondisi itu berlangsung kurang lebih berjalan satu tahun.
Mirisnya, kala itu Tri dan Fahrian tinggal di sebuah gudang toko. Tidurnya juga tanpa bantal dan alas.
Makan pun seadanya. Hanya cukup untuk mengganjal perut. Terlebih kalau malam hari hanya makan mi.
Singkat cerita, berkat dukungan penuh dari Fahrian, Tri akhirnya diam-diam memberanikan diri untuk ikut mendaftar sebagai bintara polisi di Mapolda Kalsel.
Beberapa kali mengkuti rangkaian tes, Tri harus jalan kaki lumayan jauh dari tempat kerja menuju pangkalan taksi.
Kala itu Fahrian pun merasa iba dan rela membonceng mengantarkan menggunakan sepeda ontel milik bosnya.
Nah, berkat niat tulus dan doa orang tua yang kuat, Tri yang hanya seorang diri merantau tanpa ada sanak famili di Kalimantan itu, akhirnya dinyatakan lolos sebagai anggota Polri tahun 2004 silam.

Dikontak media ini, Tri mengaku sangat senang bisa bertemu Fahrian, sahabat lamanya. Sebab sudah berkali-kali mencari keberadaannya namun selalu gagal.
“Baru kemarin bisa bertemu tanpa disengaja. Mungkin ini sudah jalannya. Doa Fahrian yang hebat menembus ke langit. Dia memang layak dapat hadiah umrah dan saya hanya perantara saja,” ujar Tri, terharu.
Sama halnya dengan Fahrian. Ia mengaku cukup terharu dan tidak menyangka bisa bertemu dengan sahabat lamanya Tri.
Terlebih, Tri kini telah sukses dan menjadi sosok perwira polisi.
“Alhamdulillah. Saya sangat bangga dan terimakasih atas kepedualian Pak Tri telah memberi hadiah umrah. Semoga bilau selalu sehat, murah rezeki dan makin sukses ke depannya,” harap Fahrian, dengan mata berkaca.
Menariknya susana terasa makin haru saat Tri langsung menyambangi kediaman Tri di kawasan pedalaman kota Martapura.
Tri pun disambut hangat disertai linangan air mata gembira dari keluarga, utamanya istri dan anak-anak Fahrian yang masih kecil. (duki).





