
ADAINFO, KOTABARU – Kabupaten Kotabaru kembali membuktikan eksistensinya sebagai destinasi sport tourism unggulan di Kalimantan.
Gelaran balap sepeda gunung bertajuk MTB XCO Kotabaru Hebat 2026 sukses memukau publik saat resmi ditutup di Sirkuit Gedambaan Bike Park, akhir pekan lalu.
Bukan sekadar ajang adu kecepatan, kompetisi ini menjadi panggung promosi bagi keindahan alam pesisir Kotabaru.
Sirkuit Gedambaan yang ikonik menawarkan tantangan teknis bagi para atlet sekaligus menyuguhkan panorama yang memanjakan mata, menjadikannya magnet baru bagi wisatawan berbasis olahraga.
Event ini berhasil menarik minat puluhan goweser dari berbagai penjuru Kalimantan.
Persaingan ketat terjadi di berbagai kelas, mulai dari talenta muda hingga kategori profesional.
Kategori Women Open dan Team Relay menjadi sorotan khusus karena keterlibatan peserta dari luar daerah seperti Balikpapan, Amuntai, Kandangan, Banjarbaru, hingga Marabahan, yang menunjukkan daya tarik event ini telah menembus batas wilayah.
Bupati Kotabaru, melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Minggu Basuki menegaskan bahwa MTB XCO Kotabaru Hebat adalah instrumen penting dalam strategi promosi wisata daerah.
“Event ini diharapkan menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan sekaligus meningkatkan daya tarik destinasi wisata di Kabupaten Kotabaru,” ujar H. Minggu Basuki saat membacakan sambutan Bupati.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjadikan ajang ini sebagai agenda tahunan. Target ke depannya adalah kemasan acara yang lebih megah dengan keterlibatan lebih banyak pihak guna mendongkrak ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.
Selain dampak ekonomi dan pariwisata, kegiatan ini juga berfungsi sebagai kawah candradimuka bagi atlet sepeda potensial.
Kehadiran kategori Student dan Under 17 menjadi bukti keseriusan Kotabaru dalam menjaring bibit unggul yang diharapkan mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.
Dengan berakhirnya seri 2026 ini, Gedambaan Bike Park telah mengukuhkan dirinya bukan hanya sebagai lintasan balap, tetapi sebagai simbol harmonisasi antara gaya hidup sehat, prestasi olahraga, dan pesona wisata bahari yang tak terlupakan di Kalimantan Selatan. (red)





