
ADAINFO, KOTABARU – Mengisi hari Peringatan Tari Sedunia, Pemerintah Kotabaru melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan pagelaran tarian lokal.
Agenda itu membawa tema ‘Mausung Budaya, Batari Sabanua’ dan berlangsung semarak di panggung akrab objek wisata Siring Laut, Sabtu malam tadi.
Sementara turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kotabaru, Minggu Basuki, Kepala Disdikbud Akhmad Romansyah, Kepala Diskoperindag Risa Ahyani, Kepala Diskominfo Gusti Abdul Wakhid, pelaku seni tari, dan undangan.
Bupati Kotabaru Muhammad Rusli melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Minggu Basuki menyampaikan kegiatan itu merupakan bentuk nyata komitmen dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya.
Khususnya seni tari karena menjadi bagian penting dari identitas dan kekayaan daerah kita dengan keragaman budaya yang luar biasa.
“Tentu kegiatan seperti ini bukan saja menampilkan keindahan seni, akan tetapi memperkuat rasa cinta budaya lokal,” ucapnya.
Selanjutnya, kegiatan itu juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas dan menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan berkembang di era modernisasi sekarang.
Dia mengajak, melalui momentum hari tari dunia 2026 semua terus mendukung pelestarian seni dan budaya daerah.
Sehingga melalui seni tari bisa menjadi mempererat persatuan, memperkuat identitas daerah, dan memperkenalkan kekayaan budaya Kotabaru ketingkat yang lebih luas.
“Saya sangat mengapresiasi kepada pihak Disdikbud Kotabaru dan seluruh pihak yang sudah berperan aktif sehingga kegiatan ini bisa terselenggara dengan baik dan meriah,” katanya.
Menariknya, kegiatan tersebut menampilkan pertunjukan seni tari yang diikuti sekitar 37 peserta gabungan tari tradisional Banjar, tari kreasi, dan penampilan sanggar-sanggar sekolah baik dari pelajar SD, SLTP hingga SMA.
Kegiannya sekaligus menjadi ajang pelestarian budaya lokal, juga kreativitas pelaku seni di daerah alias Bumi Saijaan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kotabaru Akhmad Romansyah menambahkan, dengan adanya pegelaran tari dunia secara tidak langsung membantu melestarikan budaya tari di Kotabaru.
“Kegiatan ini pertama kali dilaksanakan, dengan harapan kedepannya bagi para sanggar seni tari bisa berkolaborasi dengan Disdikbud sehingga acara lebih meriah lagi dan mari kita bersama sama menjaga budaya lokal kita,” pungkanya. (rel/duki).





