Penantian Warga Jalan Bima Punya Mushola Terwujud di Hari Maulid Rasulullah.

Peletakkan batu pertama pembangunan Mushola Alawiyyin Jalan Bima RT 02 desa Baharu utara. Foto by adainfo.net.

 

ADAINFO, KOTABARU – Penantian lama warga jalan Bima RT 02 desa Baharu utara, Kecamatan Pulaulaut sigam untuk memiliki tempat ibadah akhirnya terwujudkan.

Pasalnya, bertepatan dengan hari Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul awal, sebuah mushola di wilayah mereka mulai dibangun.

Pembangunan mushola yang diberi nama Alawiyyin itu diawali dengan peringatan maulid baginda Rasulullah SAW.

Usai melantunkan syair-syair maulid dan ayat suci Alquran, pengerjaan pembangunan mulai dilakukan yang diawali peletakkan batu pertama.

Tokoh agama mengawali prosesi peletakkan batu, dan dilanjutkan oleh camat Pulaulaut Sigam, perwakilan Polres Kotabaru, dan perwakilan warga.

Ketua RT 02 desa Baharu utara sekaligus Ketua panitia pembangunan, Zamzani mengaku senang atas terwujudnya pembangunan mushola di wilayahnya.

Katanya, sejak dipercaya warga selama 26 tahun jadi Ketua RT, baru sekarang dapat terwujud membangun sebuah mushola.

Ia menjelaskan, sumber dana pembangunan mushola itu berasal dari bantuan Pemkab Kotabaru dan donasi dari warganya.

” Kita ada dapat bantuan dari Pemkab sebesar 200 juta rupiah, dan sumbangan pasir dari warga, ” terang pria dengan nama akrab Paman Zazam ini kepada wartawan usai kegiatan, Kamis (28/9/23).

Paman Zazam bilang mushola itu dibangun diatas lahan hibah warga seluas 9 kali 8 meter, dan bangunan musholanya 7 kali 6 meter.

” Sisa tanahnya kami bangun tempat wudhu, WC dan insyaAllah ada menaranya, ” jelasnya.

Untuk pengerjaannya, Zazam bilang dilakukan secara swadaya dengan memanfaatkan warga setempat, berhubung banyak warganya bekerja sebagai tukang batu dan pasir.

” Kami tidak memberi gaji untuk mereka, namun ada sedikit upah yang kami sisihkan, ” katanya.

Zamzani (Paman Zazam) Ketua RT 02 dan Ketua Pembangunan Mushola Alawiyyin.

Paman Zazam menargetkan kepada para pekerja agar bisa menyelesaikan mushola itu dalam kurun waktu 3 bulan.

” Kami niat bulan suci Ramadhan akan datang mushola ini sudah bisa kami gunakan beribadah, ” ungkapnya.

Pemberian nama mushola Alawiyyin sendiri diungkapkan Paman Zazam memiliki arti kumpulan para habaib, cucu dari baginda Rasulullah.

” Semoga dengan nama itu kita dapat barokah karomahnya, kebetulan juga Bupati kita seorang habaib, ” tuturnya.

Sementara, Camat Pulaulaut Sigam, Pia Widya Laksmi berharap dibangunnya mushola di RT 02 itu mendatangkan barokah bagi semua.

Ia juga berterimakasih atas usulan yang disampaikan kepada Pemerintah daerah oleh warga melalui kecamatan.

” Jika ada desa lain yang ingin menyampaikan usulan silahkan melalui desa dulu, lalu kecamatan, dan semua dokumennya harus lengkap, ” tutur Pia. (awa)