
ADAINFO, KOTABARU – Pemkab Kotabaru kembali menggelar Apel Gabungan dalam rangka memperingati Hari Kesadaran Nasional.
Berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kotabaru pada Jumat (17/7/26) pagi, apel ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kotabaru, H. Eka Saprudin, AP., M.AP.
Apel rutin bulanan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata pembinaan kedisiplinan, peningkatan semangat pengabdian, serta wadah penguatan nilai-nilai integritas bagi para ASN di Pemkab Kotabaru.
Dalam amanatnya, Sekda Eka Saprudin menyampaikan apresiasi atas komitmen seluruh peserta yang hadir melaksanakan kewajibannya meski apel bertepatan dengan hari Jumat.
Selain itu, ia juga memberikan instruksi strategis terkait kinerja instansi memasuki paruh kedua tahun 2026.
Memasuki bulan Juli, Eka mengingatkan seluruh SKPD untuk segera merampungkan program-program yang telah dicanangkan.
“Kami berharap setiap kegiatan di SKPD terus dilaksanakan sesuai dengan rencana dalam APBD Murni, karena selanjutnya kita akan menghadapi APBD Perubahan. Tetap fokus pada pekerjaan, dan kami harap persentase penyerapan anggarannya dapat terus meningkat sesuai target,” ujar Eka.
Di era keterbukaan informasi saat ini, Sekda juga menginstruksikan seluruh instansi untuk lebih aktif memanfaatkan ruang digital.
Ia mengimbau agar setiap kegiatan dan program SKPD dipublikasikan secara masif melalui media sosial agar informasinya tersampaikan secara transparan kepada masyarakat luas.
Lebih lanjut, Eka Saprudin memberikan penekanan khusus pada moralitas dan etika ASN di tengah masyarakat.
Menurutnya, pegawai pemerintah harus menjadi pionir dan role model dalam menyukseskan berbagai kebijakan daerah.
“Kita ini pionir. Contohkan yang pertama sebagai wajib pajak yang taat membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) maupun pajak kendaraan bermotor, serta kebijakan-kebijakan lain yang juga diwajibkan untuk masyarakat. Kitalah yang utama harus melaksanakannya,” tegasnya.
Hal tersebut, kata Eka, tidak hanya berlaku pada sektor administratif, tetapi juga dalam etika lingkungan sehari-hari.
“Termasuk kebijakan dalam membuang dan memilah sampah. Kita sebagai ASN harus mencontohkan yang benar. Jangan sampai justru kita yang memberikan contoh tidak baik kepada warga,” imbuhnya. (rls/wd)





