
ADAINFO – KOTABARU – Pelayanan bidang kesehatan tentu menjadi salah satu program prioritas di era kepemimpinan Bupati Kotabaru Muhammad Rusli dan Syairi Mukhlis wakilnya.
Sebagai bukti nyatanya, untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik dan merata pemerintah daerah telah berkomitmen terus berinovasi demi masyarakat baik di pusat kota hingga pelosok dan perbatasan.
Sebut saja Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sengayam, Kecamatan Pamukan Barat Kotabaru.
RSUD itu tepat dibangun megah plus lengkap dengan sarana penunjangnya tepat berada di wilayah perbatasan antara Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan Kalimantan Timur (Kaltim).
Sehingga RSUD Sengayam praktis menjadi sarana kesehatan utama dan memutus mata rantai ketergantungan rujukan medis keluar daerah.
Sejauh ini keberadaannya pun telah terbukti cukup dirasakan masyarakat yang mukim di pedesaan yang bermukim jauh di perbatasan. Mereka tidak lagi jauh-jauh menjangkau ketika perlu layanan medis.
Pelaksana tugas Direktur RSUD Sengayam, Akhmad Saleh menuturkan komitmen besar itu telah berlangsung sejak dirinya diberi amanah menjabat.
Menurutnya, pelayanan terbaik bagi masyarakat menjadi petugas dan tim medis RSUD Sengayam. Sehingga tidak ada lagi warga Kotabaru, khususnya di wilayah timur dan pelosok harus bertaruh nyawa di perjalanan jauh hanya untuk mendapat penanganan medis spesialis.
“Perlu diketahui RSUD Sengayam kini bertransformasi total. Membangun ekosistem kesehatan modern, humanis dan terpercaya,” kata Saleh kepada wartawan, Kamis (9/7).
“Selain itu, integrasi RME, ditopang IGD, ICU, serta ruang bedah sentral 24 jam. Itu semua merupakan jawaban nyata menghadirkan keadilan layanan kesehatan langsung di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Direktur menambahkan, transformasi tersebut menargetkan misi vital, yakni menekan angka kematian ibu dan anak (KIA) serta memperkuat deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes dan hipertensi.
Melalui layanan spesialis dan fasilitas mutakhir, ibu hamil berisiko tinggi di wilayah perbatasan kini dapat ditangani instan tanpa harus dirujuk keluar daerah.
Meski begitu, Saleh mengakui adanya tantangan terbesar RSUD Sengayam. Tentu itu bukan hanya soal fasilitas, melainkan pemenuhan sumber daya manusia medis yang berkualitas dengan cara manajemen menyiapkan strategi berkelanjutan.
Langkah pertama adalah merekrut dokter spesialis dengan iklim kerja kondusif dan insentif kompetitif agar tenaga ahli tidak hanya datang tetapi juga bertahan.
Selanjutnya pula dilakukan pelatihan berkesinambungan untuk memastikan setiap tenaga medis terus meningkatkan kompetensi sesuai perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan.
Dia bilang, sejauh ini RSUD Sengayam juga membangun jejaring kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, rumah sakit rujukan utama dan institusi pendidikan kesehatan terkemuka.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pelayanan yang solid, modern dan berorientasi penuh pada keselamatan pasien.
RSUD Sengayam optimis mampu menjawab tantangan SDM sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat rujukan regional yang mandiri, profesional, dan berkelas nasional.
“Jadi, transformasi itu bukan hanya menjawab kebutuhan medis, tetapi juga menjadi simbol keadilan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat di Bumi Saijaan,” kata dia mengakhiri. (rls/duki).





