Tablig Akbar Habib ‘Tampar’ di Kotabaru Dibanjiri Ribuan Jamaah

Masyarakat Kotabaru padati lapangan Siringlaut. Foto istimewa.

 

ADAINFO, KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru menggelar Tablig Akbar dengan tema “Meneladani Sifat Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari sebagai landasan mewujudkan Kotabaru Hebat, Rabu malam.

Agenda bernuansa religius ini menghadirkan ulama kharismatik, Habib Mustofa Al Haddar atau dikenal khalayak sebagai Habib Tampar.

[Makna tampar sendiri merupakan bahasa Banjar dan seringkali diucapkan Habib sebagai candaan agar suasana ceramah tidak monoton dan menghibur jamaah].

Sementara tablig kali ini digelar di wisata andalan Siring Laut dan disambut antusias warga Saijaan hingga mencapai ribuan jamaah dari berbagai wilayah.

Jamaah terlihat khusuk mengikuti seluruh rangkaian tablig akbar hingga rampung. Itu semua tentu bertujuan untuk mengambil hikmah dan meneladani suri teladan Nabi Muhammad SAW.

Sementara, Bupati Kotabaru Muhammad Rusli yang diwakili Syairi Mukhlis, Wakil Bupati turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kedatangan Habib Mustofa Al Haddar di Bumi Saijaan.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kotabaru, saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Habib Mustofa Al Haddar.

“Semoga kehadiran dan tausyiah beliau membawa keberkahan serta menumbuhkan nilai-nilai keagamaan dalam diri kita semua,” ujar Syairi.

Syairi menambahkan di tengah tantangan zaman, masyarakat membutuhkan keseimbangan antara pembangunan fisik dan spiritual.

Karena itu, Pemkab Kotabaru berkomitmen terus mendukung kegiatan keagamaan dalam rangka membentuk masyarakat religius, berakhlak mulia dan berdaya saing.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Habib Mustofa mengingatkan jamaah untuk selalu meneladani kehidupan Rasulullah SAW.

Menurutnya, ada tiga amalan yang paling dicintai Allah SWT, yaitu menunaikan shalat tepat waktu, mencintai Nabi dengan meneladani kehidupannya, serta menjalankan kebaikan sebagaimana dicontohkannya.

“Walaupun Nabi Muhammad SAW sudah dijamin surga, beliau tetap tekun beribadah dan bersyukur kepada Allah. Itulah teladan yang harus kita ikuti, istiqamah dalam ibadah dalam keadaan lapang maupun sempit,” tutur Habib.

Selain itu, ia juga berharap momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini dapat menjadi sarana memperkuat iman, meningkatkan ketakwaan, dan mempererat silaturahmi umat Islam di Bumi Saijaan. (rls/ duki).