
ADAINFO, KOTABARU – Kapolres Kotabaru AKBP Doli M Tanjung resmi buka suara perihal video viral penangkapan pelaku sepeda motor di Desa Dirgahayu, Kecamatan Pulau Laut Utara baru tadi.
Didampingi Wakapolres Kompol Agus Rusdi Sukandar dan Kasat Reskrim Akp M Taufan Maulana, Kapolres secara gambalang menerangkan kronologi penangkapan pelaku itu dalam jumpa pers, Kamis (6/3) siang.
AKBP Doli M Tanjung mengemukakan video penangkapan yang tersebar luas di media sosial tersebut memang benar, namun di dalamnya di isi dengan narasi yang salah oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
Terlebih, dalam narasi video penangkapan itu beredar menyebutkan ada aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum polisi.
Kapolres lantas menerangkan mulanya anggota Macan Bamega Satreskrim belum berada di lokasi saat pelaku berhasil diamankan pihak keluarga korban dan warga.
Kemudian anggota dihubungi oleh pihak keluarga korban yang kehilangan sepeda motor.
Keluarga korban itu juga bilang kalau ada seorang pelaku pencurian sepeda motor ditemukan.
Di sana juga disebut banyak keluarga korban dan warga akan menghakimi pelaku.
Nah, menerima informasi itu, anggota Macan Bamega dengan sigap terjun ke lokasi.
Sesampainya di lokasi, anggota buser menyaksikan suasana yang gaduh, dan pelaku sudah sempat dikerumuni massa dan dipukuli.
“Melihat kondisi itu, anggota kami pun tidak tinggal diam langsung mengambil tindakan dan mengamankan pelaku dari amukan warga alias main hakim sendiri,” terang Kapolres.

Sebagai informasi, pihak keluarga korban sempat emosi lantaran pelaku mengelak telah mencuri dan menjual sepeda motor.
Sementara Kapolres menyebut pelaku merupakan residivis kasus serupa, dan kini pelaku beserta barang buktinya berhasil diamankan untuk diproses hukum lebih lanjut. (duki)





