
ADAINFO, KOTABARU – Wakil Bupati (Wabup) Kotabaru atau renyah dengan sapaan Bang Arul memastikan Kotabaru siap mendukung dan menjadi salah satu daerah penyangga Ibukota Nusantara (IKN).
Hal itu disampaikan Bang Arul usai menghadiri langsung rapat koordinasi nasional (Rakornas) IKN yang gelar di Ball Room Hotel Kempinski Jakarta baru tadi.
Bukan main-main, Rakornas itu juga dihadiri sebanyak 514 Bupati dan Walikota serta 38 Gubernur se-Indonesia.
Sementara temanya ialah ‘Pengenalan IKN dan kolaborasi pemerintah daerah dan IKN untuk mewujudkan kota dunia untuk semua’.
Bang Arul bilang, tujuan Rakornas IKN itu untuk menjalin kolaborasi dengan seluruh pemerintah daerah (Pemda) dalam membangun bersama-sama IKN di Kalimantan Timur, sebagai kota dunia untuk semua.
Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah untuk mendengarkan langsung arahan pemerintah pusat, sekaligus mengetahui sejauhmana kesiapan Kotabaru sebagai daerah penyangga dalam mendukung pembangunan IKN.
“Jadi, sebagai daerah yang memiliki banyak potensi di berbagai sektor, Kotabaru tentu siap menjadi daerah penyangga IKN,” tutur Wabup, yang digadang-gadang bakal maju sebagai calon kuat bupati ini.
Sementara, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono menyampaikan pihaknya mengundang pemerintah kabupaten/kota, provinsi dan juga kementerian/ lembaga, untuk bersama-sama menjalin kerjasama dalam membangun IKN.
“Oleh karena itu, harapan kami melalui pertemuan ini, maka beberapa potensi kerjasama yang selama ini sudah mulai digagas dapat diwujudkan dalam waktu sesegera mungkin,” kata Bambang.
Selain itu, ditambahkannya, IKN memang akan memasuki tahapan di mana nantinya potensi-potensi ekonomi, bisnis dari beberapa kabupaten/kota dan provinsi dapat dirajut serta diwadahi dalam pengembangan-pengembangan IKN, khususnya dalam pengembangan daerah di luar kawasan yang ada saat ini.
“Seperti kita ketahui bersama bahwa, sejauh ini masih berfokus pada Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), namun dari fakta di lapangan bahwa minat dari lima kali ground breaking senilai Rp49,6 triliun sudah mencakup di luar KIPP,” terangnya.
Selain itu menurut Bambang, terdapat beberapa wilayah pengembangan misalnya pengembangan IKN di barat agak sebelah utara yang memang sudah diminati oleh beberapa investor.
“Nah, dengan peluang-peluang itu, kita mengadakan beberapa roadshow pada tempat-tempat di mana pusat-pusat ekonomi itu berada, seperti di Surabaya, Medan, Makassar, dan tempat-tempat lainnya untuk mengundang para pelaku bisnis dari kabupaten/kota dan provinsi untuk bersama-sama membangun IKN,” ucapnya mengakhiri.
Berdasarkan Lampiran Rencana Induk IKN dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara menyatakan bahwa studi kelayakan teknis untuk penentuan lokasi IKN yang dilakukan pada tahun 2018-2019 menjadi dasar pemilihan lokasi IKN yang baru.
Sebagai catatan tambahan, pemindahan IKN ke kalimantan mengacu pada beberapa pertimbangan keunggulan wilayah.
Pertama, dari sisi lokasi, letaknya sangat strategis karena berada di tengah-tengah wilayah Indonesia yang dilewati alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) II di selat Makassar yang juga berperan sebagai jalur laut utama nasional dan regional.
Kedua, lokasi IKN memiliki infrastruktur yang relatif lengkap, yaitu bandara, pelabuhan, dan jalan tol yang baik serta ketersediaan infrastruktur lain, seperti jaringan energi dan air minum yang memadai.
Ketiga, lokasi IKN berdekatan dengan dua kota pendukung yang sudah berkembang, yaitu Kota Balikpapan dan Kota Samarinda.
Keempat, ketersediaan lahan yang dikuasai pemerintah sangat memadai untuk pengembangan lKN.
Poin terakhirnya ialah, minimnya risiko bencana alam. Pemindahan IKN ke Kalimantan sejalan dengan visi tentang lahirnya sebuah “pusat gravitasi” ekonomi baru di tengah nusantara. (duki).





