
ADAINFO, KOTABARU – Pemkab Kotabaru melalui Disparpora menggelar kompetisi olahraga tradisional dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-76 Kabupaten Kotabaru.
Perhelatan yang dipusatkan di Lapangan Siring Laut ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga eksistensi permainan rakyat di tengah gempuran modernisasi.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, yang mewakili Bupati Kotabaru pada Rabu (13/05/26).
Dalam sambutannya, Syairi mengapresiasi langkah Disparpora dan KORMI yang telah mewadahi para atlet untuk bersilaturahmi sekaligus mengasah prestasi di momen bersejarah kabupaten tersebut.
Disparpora Kotabaru memposisikan ajang ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai kawah candradimuka bagi pembinaan Induk Organisasi Olahraga (Inorga).
Kepala Disparpora Kotabaru, Ir. Kamirudin menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memastikan kegiatan ini berkelanjutan demi membawa nama Kotabaru ke kancah yang lebih tinggi.
“Kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini. Kami ingin olahraga tradisional terus berkembang, lebih elegan, dan mampu membawa nama Kotabaru berprestasi di tingkat yang lebih luas,” ujar Kamirudin.
Senada dengan hal tersebut, Ketua KORMI Kotabaru, Drs. Sugiyatno mengungkapkan bahwa kepercayaan yang diberikan Disparpora merupakan tanggung jawab besar dalam membina 48 Inorga yang ada.
Ajang ini sekaligus menjadi ajang seleksi dan persiapan menuju Pekan Olahraga Daerah (Porda) di Kabupaten Tapin dan Pekan Olahraga Nasional (Pornas) 2027 di Sulawesi Tengah.
Berdasarkan data penyelenggara, sebanyak 1.387 peserta dari jenjang SD, SMP, hingga SMA sederajat memadati Lapangan Siring Laut.
Selama dua hari pelaksanaan (13-14 Mei 2026), Disparpora mempertandingkan 14 cabang olahraga tradisional yang sarat nilai filosofis, yakni tarik tambang, Panco, dan Panahan Tradisional.
Kemudian Lari balok, Bakiak, Gasing, dan Badaki. Ada juga Hadang, Bola Sundul, dan Streetsoccer. Serta Halma, Domino, dan Senam Kreasi.
Wakil Bupati Syairi Mukhlis juga menekankan pesan Bupati agar seluruh organisasi di bawah naungan Pemkab, termasuk instansi terkait pemuda dan olahraga, terus berbenah dan memperbaiki internal organisasi demi meraih prestasi yang membanggakan.
“Mari kita bangun dan doakan bersama agar Kotabaru selalu menjadi yang terbaik dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tutup Syairi.
Dengan suksesnya pembukaan lomba ini, Siring Laut kini menjadi simbol kebangkitan olahraga rekreasi masyarakat yang diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata sekaligus menjaga warisan leluhur bagi masa depan Kalimantan Selatan. (red)





