
ADAINFO, KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru terus mengambil langkah proaktif dalam menata arah pembangunan daerah agar lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Bupati Kotabaru, H. Muhammad Rusli, memimpin langsung jajaran eksekutif dan legislatif daerah dalam agenda koordinasi strategis bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terkait pemaparan Rancangan Peraturan Kepala Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan (WP) Serongga, Selasa (3/11/26).
Dalam pemaparannya, Bupati H. Muhammad Rusli menegaskan bahwa penyusunan RDTR WP Serongga memiliki arti strategis sebagai fondasi utama dalam mengarahkan pembangunan kawasan yang berbasis potensi lokal.
“Serongga memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari infrastruktur jalan, kawasan pariwisata, perkebunan kelapa sawit, kawasan permukiman, hingga pengembangan pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” ungkap Rusli.
Ia menambahkan, kehadiran regulasi tata ruang ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengendali pemanfaatan ruang, tetapi juga memberikan kepastian hukum yang kuat bagi para investor sekaligus membuka pintu seluas-luasnya bagi peluang investasi di Kabupaten Kotabaru.
Menanggapi pemaparan tersebut, Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Suyus Windayana, memaparkan sejumlah muatan penting yang menjadi sorotan dalam evaluasi rencana tata ruang. Menurutnya, keselarasan antara kebijakan pusat dan daerah mutlak diperlukan.
Beberapa aspek utama yang menjadi perhatian meliputi kebijakan nasional yang bersifat strategis, penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), peruntukan kawasan hutan, Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), mitigasi bencana, batas daerah, garis pantai, serta keterpaduan data tata ruang di tingkat pusat.
“Aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam proses evaluasi dan penyusunan rencana tata ruang agar selaras dengan kebijakan nasional serta memperhatikan kondisi dan potensi wilayah masing-masing,” jelas Suyus.
Berdasarkan materi yang dibahas, Wilayah Perencanaan (WP) Serongga menyimpan berbagai peluang pengembangan kawasan yang sangat potensial, di antaranya:
- Kawasan wisata Goa Lowo di Desa Tegalrejo
- Kawasan agrowisata di Desa Telaga Sari
- Kawasan ekosistem hutan mangrove
- Pengembangan Pusat Kegiatan Lokal (PKL)
- Rencana pembangunan terminal penumpang tipe C
- Sentra perkebunan kelapa sawit serta pengembangan kawasan permukiman terpadu
Turut hadir dalam acara strategis Wakil Bupati Kotabaru, Wakil Ketua DPRD Kotabaru, kepala SKPD terkait. (rls/wd)





