Cegah ISPA di Musim Asap Karhutla, Tim PKRS RSUD Sengayam Gelar Penyuluhan

ADAINFO, KOTABARU – Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Sengayam kembali menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan rutin kepada pasien dan keluarga pasien di Lobi Rawat Jalan, Kamis (30/10).

Kali ini, penyuluhan mengangkat tema penting yang sedang relevan dengan kondisi kualitas udara saat ini, yaitu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan kegiatannya menghadirkan narasumber dr Desy Rizka Wulandari.

Di sana, dr Desy menjelaskan ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan, baik atas maupun bawah, yang dapat disebabkan oleh virus, bakteri, maupun paparan polusi udara.

“ISPA sangat mudah menular melalui percikan air liur saat batuk atau bersin, kontak tangan, serta udara yang tercemar. Dengan kondisi udara yang sedang tidak stabil seperti sekarang, kasus ISPA bisa meningkat, terutama pada anak-anak, lansia dan orang dengan daya tahan tubuh lemah,” jelas dr Desy di hadapan para pengunjung.

Selain itu, ia juga memaparkan gejala umum ISPA yang perlu diwaspadai, antara lain batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, sesak napas, hingga nyeri dada.

Sehingga, jika tidak ditangani dengan tepat, ISPA dapat berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius seperti pneumonia.

Di sesi edukasi itu dr Desy juga memberikan beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat diantaranya;

Pertama, terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), cuci tangan pakai sabun secara rutin.

Kedua, gunakan masker saat berada di luar ruangan atau saat sedang sakit untuk mencegah penularan.

Ketiga, jagalah daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, minum air putih yang banyak dan konsumsi makanan bergizi.

Keempat, hindari paparan asap rokok dan polusi serta buka ventilasi rumah agar sirkulasi udara tetap baik.

Kemudian yang terakhir, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala batuk lebih dari 3 hari, demam tinggi, dan sesak nafas.

Menariknya, kegiatan penyuluhan ini disambut antusias oleh pasien dan keluarga yang hadir. Selain mendapatkan materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk tanya jawab langsung dengan dokter atau narasumber.

Syilvana Natalia, sebagai koordinator kegiatan, menegaskan penyuluhan rutin itu merupakan komitmen rumah sakit dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit, bukan hanya pengobatan.

“Kami ingin pasien tidak hanya datang untuk berobat, tapi juga pulang dengan membawa pengetahuan untuk menjaga kesehatan keluarga di rumah,” ucap Syilvana.

Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat di wilayah Pamukan Barat dan sekitarnya dapat lebih waspada dan aktif dalam mencegah penularan ISPA. (rel/duki).