Sosial  

Kisah Pasutri Kotabaru Bertahun-tahun di Gudang Kumuh, Sumringah Dibangunkan Rumah Baru

Komunitas Baharat bersama Kusasi dan Istri. Foto by adainfo.net

 

ADAINFO, KOTABARU – Kisah haru datang kembali dari Kotabaru, salah satu daerah terluas di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kali ini, awak media ini berhasil menghimpun cerita itu dari sepasang suami istri (Pasutri). Mereka bertahun-tahun tinggal numpang tinggal di gudang tak layak huni.

Pasutri ini bernama Kusasi berusia 67 tahun dan sang istri bernama lengkap Mariati berusia 62 tahun. Mereka merupakan warga Desa Salino, Kecamatan Pulau Laut Tengah.

Keduanya terpaksa tinggal di gudang milik warga tentu bukan tanpa alasan, namun karena terhimpit ekonomi dan tergolong sebagai warga yang kurang mampu.

Namun, berkat kekuatan doa Pasutri selama bertahun-tahun, akhirnya kondisi sulit mereka akhirnya didengar oleh orang baik, hingga sampai ke telinga kalangan komunitas bernama Waroeng Baharat yang bermarkas di Desa Mekarpura.

Markas komunitas ini juga hanya berjarak selemparan batu dari Mapolsek Pulau Laut Tengah.

Bahkan, menerima informasi miris itu, para anggota Komunitas Waroeng Baharat ini tidak tinggal diam dan terpanggil untuk membantu.

Hal Itu diawali dengan bergegas melakukan survei ke lokasi.

Selanjutnya, setelah informasi itu dinilai akurat, anggota komunitas ini langsung merapatkan barisan dan sepakat untuk membantu meringankan beban Pasutri tengah kesusahan yakni dengan cara mewujudkan mimpi untuk memiliki rumah yang layak huni.

Berkat kekompakan, dan rasa solidaritas yang cukup tinggi, mereka rela patungan dana untuk membangunkan rumah Pasutri yang dinilai sudah renta itu.

Bahkan, lantaran komunitas ini sudah dikenal sering beraksi di bidang sosial, banyak dermawan dan sejumlah kepala desa di area tambang emas hitam ini yang ringan tangan bersimpatik dan turut menyalurkan rezekinya.

Ketua Harian Komunitas Waroeng Baharat, Kasiron mengatakan berkat rasa kekeluargaan dan solidaritas pembangunan rumah layak huni berhasil terwujud dalam waktu yang dinilai cukup singkat.

“Jadi, rumah layak huni untuk Pasutri itu berhasil kami bangun berkat kerjasama anggota komunitas, dan di support sejumlah kepala desa serta dermawan,” ujar Kasiron, didampingi Kambran, Kades Mekarpura, Sabtu 24 Februari 2024.

Kasiron bilang aksi bernuansa sosial tersebut dilakukan merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama yang dinilai cukup memerlukan uluran tangan.

“Intinya, ini sekaligus rangkaian HUT Komunitas Waroeng Baharat yang ke-7 tahun. Semoga bermanfaat, dan menjadi amal jariyah bagi anggota dan para penyumbang,” ucap dia mengakhiri. (duki).