
ADAINFO, KOTABARU – Kisah menarik datang dari salah satu bocah penjaja kue di Kotabaru Kalimantan Selatan.
Bocah itu Rahmat. Usianya masih 12 tahun. Meski masih kelas empat sekolah dasar bocah ini sudah bekerja keras mencari uang berbeda dengan bocah seusianya.
Menurut pengakuannya, ia nekat banting tulang menjajakan kue keliling menggunakan sepeda ontel sepulang sekolah karena ingin membantu orang tuanya yang tinggal di Desa Hilir Muara, Pulaulaut Sigam.
Setiap harinya, Rahmat selalu keliling mencari peruntungan. Berharap paket jualannya berupa tahu isi dan lainnya laris manis.
Hujan panas tak menjadi penghalang bagi bocah tangguh ini mengayuh sepedanya agar jualannya bisa habis ke tempat-tempat ramai.
Bahkan bocah satu ini juga hampir setiap hari manjajakan jualannya ke Mapolres Kotabaru menenteng dua kresek jumbo.
“Iya, hampir setiap hari jualan, termasuk di Polres ini,” ujar Rahmat dijumpai awak media ini, Kamis (1/2) sore.
Rahmat mengaku cukup senang jualan ke Mapolres Kotabaru sebab menurutnya cukup banyak personel polisi yang baik hati dan dermawan.
“Saya memang biasanya jualan ke kantor-kantor. Tapi, yang paling sering di Mapolres ini. Disini polisinya baik-baik. Setiap di pos penjagaan saya sering diberi Snack, dan barusan saya juga diberi nasi kotak dan diajak makan bersama sama penjaganya,” ujar Rahmat.
Sebelum makan, saya juga sangat senang karena dipanggil langsung oleh Kapolres AKBP Tri Suhartanto. Tapi itu bukan ditangkap, tapi malah diberi uang.
“Alhamdulillah, tadi pas Kapolres liat, saya langsung di panggil dan dikasi uang. Bukan hanya saya, penjual pentol dan tukang becak banyak juga yang dikasih uang tadi,” ucapnya.
Sebagai buktinya dan bentuk ringan tangan, sebelumnya Kapolres juga telah memberikan hadiah paket umrah kepada kepada tokoh agama, guru mengaji, serta seorang wartawan. (MI).





