Kerja Keras PDAM Kotabaru Tetap Distribusikan Air di Puncak Kemarau

Kantor PDAM Kotabaru. Foto by adainfo.net

 

ADAINFO, KOTABARU – Kerja keras PDAM Kotabaru dalam mengatasi krisis air pada musim kemarau tahun ini berbuah manis.

Sejak memasuki musim kemarau pada Agustus lalu, PDAM masih mampu mendistribusikan air ke pelanggan hingga memasuki bulan kedua musim kemarau tahun ini.

” Alhamdulillah kami bisa melayani masyarakat sampai lewat fase puncak kemarau yang terjadi di September ini, ” ungkap Direktur PDAM Kotabaru, Tri Basuki, Rabu (27/9/23).

Tri membandingkan dengan kemarau tahun sebelumnya, ia bilang bulan Agustus pada musim kemarau tahun 2015 dan 2019 kondisi waduk sudah mengalami kekeringan.

” Berbeda dengan tahun-tahun lalu, saat ini kita bisa tahan sampai bulan September melewati fase puncak kemarau, ” terangnya.

Kondisi ini katanya dikarenakan adanya intake Sebelimbingan yang menyuplai air baku ke waduk Gunung Ulin.

Namun demikian, Tri mengaku kondisi air baku di waduk Gunung Ulin saat ini sudah turun di bawah kondisi normal. Sama halnya dengan kondisi air baku di intake Sebelimbingan yang sudah mulai surut.

” Hari ini ketinggian air waduk Gunung Ulin di angka 365 sentimeter dari angka normal 600 sentimeter, intake Sebelimbingan juga mulai surut, ” jelas Tri.

Tahun ini, Tri mengungkapkan musim kemarau diprediksi berlangsung hingga bulan November, artinya tersisa dua bulan lagi hingga kemarau berakhir.

” Kita berjuang paling tidak satu bulan kedepan lagi, jika kita bisa lewati satu bulan lagi maka aman sudah, ” harapnya.

Sementara, Yuyun salah satu pelanggan air PDAM di desa Semayap mengatakan saat ini air masih mengalir ke rumahnya.

Ia merasa berbeda dengan kemarau-kemarau sebelumnya. Dulu, ia menyebut satu bulan kemarau sudah sempat membeli air tangki, namun sekarang tidak.

” Hari ini masih jalan air, meski kadang pakai mesin pompa air, harus bersyukur biar airnya mulai melemah tapi tetap jalan, ” tutur Yuyun. (awa)