Masuk Kalender Wisata Nasional KEN 2026, Pendaftaran Lomba Festival Budaya Saijaan #12 Kotabaru Resmi Dibuka

ADAINFO, KOTABARU — Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, bersiap menyambut salah satu perhelatan budaya terbesar tahun ini.

Festival Budaya Saijaan (FBS) #12 2026 akan segera digelar pada 22–26 Juli 2026. Mengusung tema “Magic From The Sea”, agenda tahunan ini kembali terpilih sebagai salah satu event unggulan dalam kalender pariwisata nasional, Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, besutan Kemenparekraf.

Guna menyemarakkan gelaran tersebut, pihak panitia resmi membuka pendaftaran rangkaian lomba kreatif yang melibatkan pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum.

Kompetisi ini dirancang untuk menggali potensi seni sekaligus menyuarakan pesan kelestarian lingkungan.

Panitia FBS #12 tahun ini menghadirkan tiga kategori perlombaan utama dengan konsep yang unik dan atraktif, yakni :

1. Lomba Drumband Pelajar.

Kompetisi unjuk bakat dan harmonisasi yang terbuka bagi tingkat SD, SMP, serta SMA/SMK sederajat.

2. Lomba Musik Lingkungan.

Kategori untuk masyarakat umum dan grup/band, dengan tantangan wajib menggunakan instrumen atau alat musik yang berbahan dasar daur ulang.

3. Lomba Karnaval Bahan Daur Ulang.

Parade busana kreatif berbasis limbah atau material daur ulang yang mengusung tema spesifik “Biota Laut Extravaganza”.

Proses pendaftaran saat ini masih dibuka. Sekolah, komunitas, maupun grup terbaik diimbau untuk segera mendaftarkan diri mengingat slot kepesertaan disesuaikan dengan jadwal dan ketentuan masing-masing lomba.

Sebagai informasi, pelaksanaan Festival Budaya Saijaan ke-12 menjadi bukti konsistensi Pemerintah Kabupaten Kotabaru dalam mempromosikan pariwisata daerah ke kancah nasional.

Tema “Magic From The Sea” yang diangkat pada edisi kali ini merujuk pada kekayaan tradisi maritim serta legenda lokal tentang keahlian ritual adat Sandro yang mampu mengubah air laut asin menjadi tawar.

Melalui pengakuan dari Kemenparekraf sebagai salah satu event top KEN 2026, FBS diproyeksikan tidak hanya menjadi wadah pelestarian budaya, melainkan juga instrumen penggerak ekonomi kreatif, sektor perhotelan, dan UMKM di kawasan destinasi Siring Laut Kotabaru.

(red)