
ADAINFO, KOTABARU – Disparpora Kabupaten Kotabaru bergerak cepat menyegarkan kembali program olahraga di lingkungan pendidikan.
Bekerja sama dengan Ikatan Olahraga Senam Kreasi Indonesia (IOSKI) Kabupaten Kotabaru, mereka sukses menggelar Pelatihan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) 2022 dan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH).
Kegiatan yang dipusatkan di lapangan basket indoor Kotabaru ini berlangsung intensif selama dua hari, mulai 13 hingga 14 Juni 2026.
Sebanyak 68 peserta yang merupakan guru perwakilan dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian materi.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Olahraga Rekreasi dan Tradisional Disparpora Kotabaru, Alfian Zainal Abidin, S.A.P., M.M., menjelaskan bahwa pelatihan ini krusial untuk memperbarui kemampuan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Ia menilai, gerakan SKJ di sekolah saat ini sudah mulai tertinggal oleh perkembangan zaman.
“Insya Allah tahun depan akan kita tingkatkan lagi ke SKJ yang lebih baru untuk meningkatkan kemampuan guru-guru olahraga yang ada di Kabupaten Kotabaru,” ujar Alfian usai penutupan pelatihan, Minggu (14/6/26).
Alfian menambahkan, pelatihan ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi para guru untuk mentransfer kembali ilmu senam tersebut kepada para siswa.
Lebih jauh, Disparpora membidik target besar untuk menghidupkan kembali iklim kompetisi senam di tingkat pelajar.
“Kami berharap guru-guru yang telah mengikuti pelatihan ini lebih aktif mengajarkan kepada murid-muridnya sehingga pada tahun 2027 nanti bisa dilombakan,” imbuhnya.
Di sisi lain, respons positif datang dari para peserta. Perwakilan SDN 3 Semayap, Akhmad Riyadi, S.Pd., Gr., mengapresiasi langkah Disparpora dan IOSKI yang dinilai memberikan dampak instan bagi kompetensi guru olahraga di lapangan.
Menurut Akhmad, metode pelatihan dilakukan secara padat dan terukur untuk memastikan para peserta benar-benar menguasai gerakan.
“Satu hari kami fokus latihan dan hari kedua langsung dilakukan penilaian. Di sini kami memiliki kategori 10 terbaik SKJ dan 10 terbaik SAIH,” ungkapnya.
Ia pun berharap program serupa dapat digelar secara berkelanjutan agar pemerataan kompetensi guru olahraga di Kabupaten Kotabaru bisa berjalan lebih cepat.
“Semoga ini menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kami, kemudian bisa kami bagikan kepada teman-teman guru lainnya dan diterapkan kepada anak-anak didik di sekolah masing-masing,” pungkas Akhmad. (rls)





