
ADAINFO, BANJARBARU – Pemkab Tanbu secara resmi menerima Bantuan Keuangan Pendidikan Kesetaraan (BAPINTAR) dari Pemprov Kalimantan Selatan.
Bantuan ini menjadi angin segar bagi penguatan akses pendidikan nonformal di wilayah “Bumi Bersujud”.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi, Muhammad Syarifuddin, kepada Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Lati yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Andrianto Wicaksono.
Prosesi serah terima tersebut berlangsung khidmat di tengah rangkaian peringatan Hari Otonomi Daerah dan Hari Pendidikan Nasional yang dipusatkan di kawasan Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (4/5/26).
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, menegaskan bahwa Pemkab Tanbu berkomitmen penuh dalam memperkuat sektor pendidikan kesetaraan. Menurutnya, hal ini merupakan pilar penting dalam visi besar pembangunan daerah.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan. Tujuannya jelas, yakni mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompetensi dan berkarakter, dengan berlandaskan iman dan takwa,” ujar Andi Rudi Latif dalam keterangannya.
Di sisi lain, Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Sekdaprov Muhammad Syarifuddin menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Harmonisasi kebijakan dianggap sebagai kunci utama agar program pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat secara efektif.
“Pemerintah daerah didorong untuk terus menghadirkan kebijakan yang pro-rakyat, terutama dalam menghadapi isu strategis global seperti ketahanan pangan, kedaulatan energi, hingga pengelolaan sumber daya air,” ungkap Syarifuddin.
Selain sektor pendidikan, dalam momentum tersebut pemerintah daerah juga diminta untuk lebih progresif dalam memperluas lapangan kerja.
Penguatan sektor kewirausahaan dan dukungan terhadap pelaku UMKM menjadi sorotan utama sebagai mesin penggerak ekonomi daerah.
Melalui bantuan BAPINTAR ini, diharapkan kesenjangan akses pendidikan di Tanah Bumbu dapat diminimalisir, sekaligus menjadi stimulus bagi peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kalimantan Selatan secara keseluruhan. (rls)





