Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Pemkab Tanah Bumbu Bekali Aparatur Desa Kemampuan Mitigasi

Pemkab Tanah Bumbu menggelar Pelatihan Mitigasi Korban Kasus Kekerasan terhadap anak dan perempuan. Foto by MC TANBU.

ADAINFO, TANAH BUMBU – Pemkab Tanah Bumbu melalui Dinas terkait resmi membuka Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Korban Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar di Aula SMKN 1 Simpang Empat pada Senin (4/5/26) ini merupakan langkah  strategis pemerintah daerah dalam menekan angka kekerasan yang kerap terjadi di lingkup domestik maupun sosial.

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Deny Hariyanto, menekankan bahwa perlindungan terhadap kelompok rentan adalah tanggung jawab kolektif.

Namun, ia menggarisbawahi peran krusial perangkat desa.

“Aparatur desa dan kelurahan memiliki posisi yang sangat strategis. Mereka adalah pihak yang berada paling dekat dengan masyarakat, sehingga harus menjadi ujung tombak dalam pencegahan dan penanganan awal,” ujar Deny saat membacakan sambutan Bupati.

Ia menambahkan, pelatihan ini bertujuan membekali aparatur di tingkat akar rumput dengan tiga instrumen utama, yakni Pemahaman Regulasi, Keterampilan Penanganan, dan Perspektif Korban.

Dalam arahannya, Deny juga menyoroti fenomena kekerasan yang sering kali luput dari pantauan karena terjadi di lingkungan terdekat. Ia mendorong adanya keberanian kolektif untuk melapor dan bertindak.

“Diperlukan keberanian, kepedulian, serta sistem yang responsif agar setiap kasus dapat segera teridentifikasi. Jangan sampai ada kasus yang luput hanya karena kita kurang peka,” tegasnya.

Pelatihan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari visi besar Pemkab Tanah Bumbu untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan berkeadilan. Para peserta diharapkan bertransformasi menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing.

“Sinergi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci. Kita ingin mewujudkan Tanah Bumbu yang Maju, Makmur, dan Beradab melalui lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak,” tutupnya. (rls)