
ADAINFO, KOTABARU – PT Sebuku Sejaka Coal (SSC) usung konsep Ekonomi Sirkular dengan mamanfaatkan maggot sebagai pengurai sampah organik namun menghasilkan nilai ekonomis bagi masyarakat yang membudidayakan.
Hal itu dilakukan PT SSC melalui program pengembangan dan pemberdayaannya dengan mengadakan Pelatihan dan Bimbingan Teknis Budidaya Maggot di Desa Betung, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kab. Kotabaru pada Senin.
Bimbingan Teknis (Bimtek) dilaksanakan bekerjasama dengan pihak narasumber yang berasal dari Tim Teknis Budidaya Maggot BSF Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, Banjarbaru, Kalsel Edi Alazhar .
Edi memaparkan materi terkait tata cara budidaya maggot BSF mulai dari fase pemeliharaan hingga fase produksi hasil dari maggot BSF.
Kegiatan yang dihadiri oleh calon pembudidaya maggot, Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru, perwakilan pengelola TPS 3R se-Kotabaru, pemerintah pesa setempat, hingga perwakilan dari SMAN 1 Pulau Laut Timur.
Suasana Bimtek semakin menarik ketika narasumber mempraktikan cara membudidayakan Maggot BSF hingga tata cara membuat pakan maggot yang bersumber dari sampah organik di Lokasi Rumah Maggot yang dibangun oleh CSR PT. SSC di wilayah Desa Betung, Pulau Laut Timur.
Sementara rumah Maggot yang dibangun oleh Program PPM PT. SSC memiliki kapasitas 70 hingga 90 biopond (tempat berkembang maggot) dengan daya tampung 210-300 Kg Maggot BSF yang dapat mengurai sampah organik hingga 1 ton sampah setiap bulannya.
“Urgensi mengenai permasalahan sampah yang kian hari semakin menumpuk merupakan tantangan yang dihadapi bersama,” katanya.
“Menyikapi itu, diinisiatif membangun dengan menciptakan solusi pengurai sampah yang dapat menghasilkan nilai ekonomis bagi Masyarakat, yaitu dengan dimulainya Budidaya Maggot BSF yang dapat mengurai sampah organik dengan skala yang cukup besar dan hasil maggotnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan hingga hewan ternak.” Ujar Hilmy, CSR PT. SSC
Maggot tersendiri merupakan larva dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF) yang berperan sebagai pengurai bahan organik dan memiliki kandungan protein tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Berdasarkan paparan program PPM yang dijalankan oleh perusahaan saat ini mulai mengarah kepada program yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Terlebih, konsep ekonomi sirkular yang diusung CSR PT SSC tersebut bertujuan untuk menciptakan system loop tertutup dimana ‘sampah’ diubah menjadi sumber daya yang bernilai tinggi. (duki).





