Tradisi Mappanre Tasi di Wisata Teluk Tamiang Jadi Momen Syukuran & Kebersamaan di Pesisir Kotabaru

Tradisi Mapanretasi di Pantai Teluk Tamiang Kotabaru. Foto istimewa.

ADAINFO, KOTABARU – Suasana pesisir sekitaran wisata Teluk Tamiang tampak berbeda dibanding biasanya, Kamis.

Hal itu lantaran adanya suara doa, lantunan adat, dan tawa anak-anak menyatu dalam rangkaian Pesta Laut Mappanre Tasi 2025.

Tradisi turun-temurun ini bukan hanya seremoni budaya, tetapi juga momen syukuran bagi masyarakat pesisir atas rezeki laut yang didapat sepanjang tahun.

Sejak pagi, warga berkumpul di rumah Kepala Desa untuk mengikuti doa bersama.

Di antara kerumunan, tampak para nelayan tua yang datang dengan pakaian adat, membawa harapan agar laut tetap memberi keselamatan dalam setiap pelayaran.

Nah, bagi mereka, Mappanre Tasi bukan sekadar tradisi melainkan hubungan batin antara manusia, laut dan sang pencipta.

Puncak acara berlangsung pukul 12.00 Wita.

Di sana kepala kambing dan replika kapal hias nelayan dilepas ke laut, diiringi tatapan haru masyarakat yang telah menggantungkan hidup pada ombak dan angin Teluk Tamiang.

Rangkaian itu seolah menjadi pesan terimakasih nelayan atas berkah laut sekaligus permohonan perlindungan bagi para nelayan yang berangkat setiap hari.

Ketua Lembaga Adat Ade Ogi, Arif Amin, menyampaikan pesan mendalam kepada masyarakat. “Mappanre Tasi bukan hanya tradisi, tetapi jati diri kita. Selama kita menjaga laut, laut akan menjaga kita,” ujarnya.

Menariknya, di sela agenda rutin tahunan itu diisi dengan penampilan pencak silat, tarian adat, hingga sambutan tokoh masyarakat menutup rangkaian acara.

Wajah-wajah warga menunjukkan kebanggaan bahwa budaya mereka tetap hidup hingga kini.

Lantas pengamanan kegiatan dilakukan oleh personel Polsek Pulau Laut Barat bersama Koramil 1004-11 Pulau Laut Barat dan Dishub Pulau Laut Barat. (duki).