Pencarian Operator Alat Berat Tenggelam di Sungai Jupi Kotabaru Belum Berhasil, Warga Ramai ‘Begandang Nyiru’

Emak-emak begandang nyiru di lokasi operator excavator yang hilang. Foto by adainfo net

 

ADAINFO, KOTABARU – Pencarian operator alat berat diduga tenggelam terseret arus di Sungai Jupi, Desa Stagen, Kotabaru oleh tim gabungan hingga kini belum membuahkan hasil.

Akibatnya, warga khususnya emak-emak turut prihatin dan turun ke pinggir sungai (lokasi kejadian), Kamis.

Kaum bergelar ras terkuat di dunia ini turun bukannya menyaksikan pencarian tim gabungan, namun juga melakukan tradisi nenek moyang suku Banjar yakni bagandang nyiru atau tampah.

Pantauan media ini, selain ramai memukul-mukul nyiru, mereka juga terus memanggil nama korban agar segera muncul atau ditemukan.

Sebab, konon nyiru atau tampah di daerah Banjar tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menampi beras, namun juga sering di gunakan untuk mencari anak-anak yang hilang dengan cara memukul nyiru tersebut sambil memanggil nama anak yang hilang.

Diwartakan sebelumnya, Seorang operator alat berat dilaporkan hilang setelah terjadi kecelakaan kerja di perairan Sungai Jupi, Desa Stagen, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru, pada Rabu (22/5) sekitar pukul 18.00 WITA.

Korban diketahui bernama Suparno (55), warga Desa Stagen. Ia merupakan operator excavator.

Kejadian itu bermula saat rekan korban, Amir Budiman, melihat sebuah alat berat jenis excavator Komatsu PS.70 dalam kondisi miring di aliran sungai akibat arus sungai yang deras. Ia kemudian memanggil Suparno untuk menangani situasi tersebut.

Setibanya di lokasi, korban langsung masuk ke dalam excavator dan mencoba menyalakan mesin guna mengangkat alat berat itu ke daratan.

Namun nahas, excavator itu justru terbalik dan menyebabkan korban hilang.

Upaya pertolongan sempat dilakukan, namun saat alat berat berhasil dievakuasi, korban justru tidak ditemukan di dalam kabin.

Pihak Dinas PUPR yang mengetahui kejadian itu langsung berkoordinasi dengan BPBD dan Basarnas guna melakukan pencarian.

Namun hingga dini hari pukul 00.00 WITA, korban belum ditemukan sehingga proses pencarian sementara dihentikan dan dijadwalkan dilanjutkan kembali pagi tadi.

Kapolres Kotabaru AKBP Doli M Tanjung, melalui Kasat Polairud AKP Shoqif Fabrian menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengambil langkah-langkah cepat, seperti mendatangi lokasi kejadian, menghimpun keterangan saksi, serta membantu proses pencarian korban.

“Jadi, kami terus melakukan pencarian dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Semoga korban segera ditemukan,” ujar Kasat Polairud.

Upaya pencarian akan dilanjutkan dengan melibatkan tim gabungan dari Polairud, BPBD, Basarnas, serta instansi terkait lainnya. (duki).