
ADAINFO, TANAH BUMBU – Pemkab Tanah Bumbu terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.
Langkah nyata ini dibuktikan melalui pembukaan Kegiatan Pelatihan Bahasa Mandarin Tahun 2026 yang resmi digelar pada Jumat (12/6/26).
Acara penting tersebut dibuka oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Eryanto Rais.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Eryanto Rais, Bupati menegaskan bahwa pelatihan bahasa asing merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk membekali para pencari kerja.
Di era globalisasi saat ini, kemampuan berbahasa asing sudah menjadi kebutuhan mutlak agar tenaga kerja lokal memiliki daya saing tinggi.
Bahasa Mandarin dipilih karena memegang peranan krusial dalam aktivitas ekonomi global saat ini, mulai dari sektor perdagangan, investasi, hingga industri internasional.
“Penguasaan Bahasa Mandarin dapat membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk memasuki pasar kerja, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Eryanto menyampaikan pesan Bupati.
Bupati juga memberikan apresiasi khusus kepada Disnakertrans Tanbu yang dinilai konsisten menghadirkan program pelatihan berbasis kompetensi.
Program ini dinilai sangat selaras dengan visi besar daerah untuk menciptakan SDM yang unggul, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan produktivitas tenaga kerja meningkat, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Tanah Bumbu.
Tidak hanya fokus pada sektor ketenagakerjaan, momen ini juga menjadi ajang pemberian apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu kepada Kepolisian Resor (Polres) Tanah Bumbu.
Pemkab Tanbu menganugerahkan Sertifikat Penghargaan atas inovasi pelayanan publik luar biasa yang diinisiasi oleh Polres Tanbu, yaitu “Kopi Manis” (Kantor Polisi Keliling Humanis).
Inovasi ini dinilai telah memberikan dampak positif dan manfaat yang nyata secara langsung di tengah masyarakat.
Pemerintah daerah memandang “Kopi Manis” sebagai potret keberhasilan sinergi antara pemda, aparat keamanan, dan warga dalam menciptakan pelayanan publik yang responsif serta berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat. (rls)





