
ADAINFO, KOTABARU – Pengurus Cabang Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kabupaten Kotabaru resmi dilantik di Aula Masjid Apung Siring Laut, Senin (1/6/2026).
Momentum ini menjadi babak baru dalam memperkuat edukasi pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah hingga ke pelosok daerah.
Acara pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H. Hasnuryadi Sulaiman, Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis, Ketua TP-PKK Kotabaru Suci Anisa Rusli, serta Wakil Ketua DPRD Kotabaru Awaluddin.
Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua YJI Provinsi Kalimantan Selatan, drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi.
Berdasarkan Surat Keputusan yang dibacakan, Siti Khadijah resmi menakhodai YJI Cabang Kabupaten Kotabaru.
Dalam arahannya, Ketua YJI Kalsel drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi menegaskan bahwa YJI harus memosisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah.
Ia mendesak kepengurusan yang baru untuk segera menyusun program kerja yang konkret, nyata, dan terukur.
“YJI harus berada di garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat. Kita dorong pembentukan Klub Jantung Sehat (KJS) hingga ke tingkat kecamatan dan desa, termasuk melibatkan generasi muda,” tegas Ellyana.
Menanggapi tantangan tersebut, Ketua YJI Kotabaru terpilih, Siti Khadijah, menyatakan komitmennya untuk langsung tancap gas lewat program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Beberapa agenda prioritas yang akan digalakkan yaitu Senam Jantung Sehat, Pemeriksaan kesehatan gratis/berkala untuk deteksi dini dan Edukasi berkelanjutan mengenai gaya hidup sehat.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun gerakan hidup sehat demi mewujudkan Kotabaru yang sehat dan sejahtera,” ujar Siti Khadijah.
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H. Hasnuryadi Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi atas terbentuknya kepengurusan YJI di Kotabaru.
Mengingat penyakit jantung masih menjadi salah satu momok mematikan, intervensi edukasi dinilai menjadi kunci utama.
“Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi, namun sebenarnya dapat dicegah melalui pola hidup sehat. Oleh karena itu, edukasi harus terus dilakukan secara masif hingga ke desa-desa, sekolah, dan posyandu,” cetus Hasnuryadi.
Ia berharap, YJI Kotabaru mampu menjadi motor penggerak yang mengubah pola hidup sehat bukan lagi sekadar imbauan, melainkan sebuah budaya sehari-hari di tengah masyarakat. (rls/wd)





