Kekayaan Laut Kotabaru Diakui Presiden, Kini Giliran Pesisirnya Berpeluang Diguyur Dana Kementerian Puluhan Miliar

Salah satu lokasi kampung nelayan di wilayah pesisir Kotabaru. Foto istimewa.

ADAINFO, KOTABARU – Wilayah perairan alias maritim Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) dikenal posisinya cukup strategis karena berada dalam lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II).

Berdasar kondisi itu, praktis menjadikan Kotabaru sebagai pusat pengembangan maritim potensial serta menjadi perlintasan internasional yang cukup ramai.

Lantas jalur itu menghubungkan langsung antara Samudera Hindia dan Laut Sulawesi melalui Selat Makassar, Selat Lombok dan Laut Flores, yang krusial bagi pelayaran kargo internasional.

Bahkan, secara historis Kotabaru juga pernah menjadi tuan rumah agnenda nasional yakni puncak Hari Nusantara pada 15 Desember 2014 lalu.

Kala itu selain dihadiri para menteri, dan para tamu penting dari berbagai penjuru, agendnya juga dihadiri langsung oleh Presiden Jokowidodo.

Di Kotabaru presiden sendiri cukup mengagumi potensi maritim Kotabaru lantaran sebagai daerah kepulauan terbesar di Kalsel.

Di sela kunjungannya kala itu, presiden pun sempat mengakui jika Kotabaru merupakan daerah yang cukup potensial, termasuk di bidang kemaritimannya.

Dia bilang masa depan bangsa kita ada laut.

“Masa depan kita ini ada dibelakang kita yakni laut,” ucap Jokowi, sembari menoleh dan menunjuk ke arah birunya laut di Siring Laut.

Lantas mengacu akan potensi itu, Kotabaru pun kembali berpeluang mendapatkan kucuran dana hingga puluhan miliar rupiah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Sebab, melalui Pemerintah Daerah lewat Dinas Perikanan setempat tengah mengusulkan sejumlah pesisirnya dapat dijadikan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap 2 tahun 2026.

KNMP diketahui merupakan salah satu program strategis nasional di era Presiden Prabowo yang tujuan utamanya untuk mendongkrak perekonomian plus kesejahteraan masyarakat nelayan pesisir.

Beradasarkan penelusuran media ini, ternyata usulan itu bukan sekedar isu kosong semata, namun telah mendapat respons serius pihak KKP.

Sejauh ini tahapannya pun terus bergulir hingga memasuki survei tim KKP yang dijadwal sebentar lagi bakal datang langsung ke Kotabaru.

Tercatat sebanyak empat titik usulan kawasan pesisir untuk digebrak masuk program jumbo KNMP. Di antaranya, kawasan Kecamatan Pulau Laut Selatan, Pamukan Selatan, Pulau Laut Kepulauan serta Kelumpang Utara.

Disebut Kepala Dinas (Kadis) Perikanan Kotabaru, masing-masing titik KNMP pesisir bakal mendapatkan dana pembangunan pusat Rp20 sampai Rp30 miliar.

“Semoga usulan kami dapat terealisasi sesuai harapan. Sebab, program itu murni untuk kesejahteraan masyarakat,” harap Kadis melalui Kabid Penangkapan Dinas Perikanan Kotabaru, Tony Ahmadi.

Sebagai informasi menarik tambahan, program KNMP bukan sekedar pembangunan infrastruktur fisik, namun berorientasi pada pengembangan usaha wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil berbasis perikanan skala kecill dan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.

Selain itu, beragam fasilitas penunjang pun akan dibangun di lokasi KNMP sesuai karakternya.

Jika dinilai sebagai KNMP HUB maka akan dibangunkan sarana cold storage, pabrik es, tambatan perahu, kios perbekalan, bengkel nalayan, pendaratan ikan hasil tangkap, sentra kuliner, kantor pengelola, SPBU nelayan, coolbox, kapal penangkap ikan dan mesin, alat tangkap, freshwater maker serta alat pemadam kebakaran.

Namun jika lokasinya dinilai pantas menjadi KNMP penyangga akan dilengkapi sarana berupa pabrik es, kios perbaikan, coolbox, tambatan perahu, alat pemadam, kapal tangkap ikan plus mesinnya, alat tangkap, shellter pendaratan ikan ditambah fresh water maker. (duki).