
ADAINFO, KOTABARU – Tim gabungan terdiri dari Komisi II dan III DPRD Kabupaten Kotabaru serta Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terkait kelangkaan susu Ultra High Temperature (UHT) putih.
Kali ini Sidak dipimpin anggota Komisi II DPRD Kotabaru, Abu Suwandi dan H Abdul Kadir, sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat yang kesulitan memperoleh produk susu UHT putih dalam beberapa waktu terakhir.
Tim gabungan itu menyasar mulai dari sejumlah minimarket hingga indomaret di pusat Bumi Saijaan, Senin.
Di sana, tim meninjau langsung ketersediaan stok di sejumlah minimarket, di antaranya Grand Surya, Wijaya Mart, Winmart, serta Indomaret.
Selain itu, mereka juga berdialog dengan para pedagang untuk menggali penyebab kelangkaan susu UHT.
Sementara, berdasarkan hasil sementara ditemukan adanya keterbatasan pasokan dari distributor yang berdampak pada menipisnya stok di tingkat pedagang.
Abu Suwandi menyampaikan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan distribusi dapat kembali normal hingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
“Jadi, kelangkaan ini harus segera diatasi agar tidak merugikan masyarakat. Kami akan mendorong adanya langkah cepat dari pihak distributor maupun pemerintah daerah,” tegasnya.
Sementara itu, H Abdul Kadir menambahkan pentingnya pengawasan ihwal distribusi bahan kebutuhan pokok, termasuk produk susu, agar tidak terjadi penimbunan maupun spekulasi harga di pasaran.
Selanjutnya, eks kepala dinas ini juga mengusulkan dilakukan pendataan terhadap pelaku UMKM di Kotabaru, sehingga distribusi barang yang terbatas dapat dilakukan secara merata, khususnya bagi pelaku usaha seperti kafe yang sangat bergantung pada pasokan susu.
Kadiskoperindag Kotabaru Risa Ahyani melalui Sekretarisnya Ary Mardani, menyatakan pihaknya akan terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan distributor guna menjaga kestabilan pasokan termasuk harga.
“Tentu mngenai hal ini, kami akan menyurati seluruh distributor agar dapat segera memenuhi kebutuhan susu UHT di Kotabaru,” ungkapnya.
Lantas berkenaan dengan hal ini, pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan dan tetap tenang, sembari menunggu distribusi kembali normal dalam waktu dekat. (rel/duki).




