
ADAINFO, KOTABARU – Terlihat terang adanya suasana yang berbeda di lingkungan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STIKIP) Paris Barantai (PB) Kotabaru, Kalsel pada Jumat (20/12).
Kondisi itu lantaran adanya agenda rutin tahunan yakni penampilan atau pementasan drama para mahasiswa program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI).
Bahkan, pementasan drama di aula kampus ini tidak hanya disaksikan para mahasiswa, namun juga ramai disaksikan masyarakat secara umum.
Tercatat sebanyak lima kelompok mahasiswa PBSI menampilkan drama menarik dengan beragam tema dan satu orang lainnya berbentuk monolog.
Sementara Wulandari S selaku Dosen PBSI PB Kotabaru mengatakan pementasan drama tersebut merupakan wujud pengaplikasian sekaligus final untuk mata kuliah kajian drama Indonesia.
“Jadi, setiap tahunnya PBSI melaksanakan pementasan. Setelah diberikan teori di kelas, outputnya adalah pementasan seperti ini. Atau bahasa lainnya sebagai ujian semesternya adalah pementasan,” ujarnya.
Wulandari bilang, untuk memberikan motivasi para mahasiswa dari berbagai Prodi serta masyarakat umum diberikan kesempatan untuk menyaksikan serunya pementasan drama yang juga diisi dengan agenda lain seperti diskusi dan tari-tarian.
Selain itu, diharapkan dengan adanya pementasan drama tersebut tidak hanya sebagai sarana hiburan semata, namun agar para mahasiswa PBSI dapat mengaplikasikan teori secara nyata.
“Jadi, sebagai calon guru dari Prodi PBSI ini bukan hanya bisa teori tapi lebih pada praktik. Kalau sebelumnya para mahasiswa mengetahui pementasan hanya di kelas, tapi sekarang sudah harus naik level lalu dikemas sebagai pertunjukan yang menarik,” tandasnya.

Sementara Lilik Setiawati salah satu mahasiswa PBSI PB Kotabaru mengaku senang dan bangga bisa menampilkan drama dengan maksimal di atas panggung bersama rekan kelompoknya.
Terlebih menurutnya pementasan dari mata kuliah kajian drama merupakan momen yang sangat mendebarkan sekaligus dinantikan para mahasiswa Prodi PBSI.
Semua kerja keras serta latihan yang di lakukan dengan maksimal berbuah manis setelah pementasan berjalan dengan baik.
“Intinya kami puas senang, sebab pementasan kami bernuansa sosial dengan tema ‘kampung kardus’ bisa berjalan sesuai harapan. Semoga agenda selanjutnya juga berjalan dangan lancar,” tutur Lilik mengakhiri. (duki).





