
ADAINFO, KOTABARU – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjenhubla) bersama tim terkait terjun langsung melakukan pengukuran kapal nelayan di Kotabaru, Kalsel, Rabu 3 Juli 2024.
Meski baru yang pertama kalinya, gerai pengukuran kapal di bawah dan di atas GT 7 kali ini ramai diikuti puluhan nelayan di lingkup pusat kota tepatnya di Desa Rampa, juga Desa Hilir Muara.
Camelia Venila, selaku ahli ukur kapal Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkapel) Dirjenhubla mengatakan kegiatan gerai pengukuran kapal untuk percepatan penerbitan status hukum kapal nelayan di bawah dan di atas GT 7.
“Jadi, dasar pelaksanaan gerai pengukuran kapal kali ini antaran adanya permintaan pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) yang membawahi Kabupaten Kotabaru juga Tanah Bumbu,” ujarnya.
“Langkah ini tujuannya juga untuk membantu dan memberikan kemudahan kepada masyarakat atau nelayan supaya segera memiliki status hukum kapal yang jelas baik kapal di bawah dan di atas GT 7,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Perikanan Kotabaru melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Penangkapan Ikan Tony Akhmadi, mengatakan di Kotabaru tercatat sebanyak empat ribu kapal nelayan.
Sementara yang hadir dalam pengukuran kapal tercatat sebanyak 60 buah pas kecil dan akan dilanjutkan pengukuran untuk sekitar 60 pas besar atau kapal di atas GT 7.
Menurutnya gerai pengukuran kapal sendiri merupakan salah satu program pemerintah dah pertama kalinya di Kotabaru.
“Kami di sini memfasilitasi, dan semoga kedepannya para nelayan lainnya juga melakukan pengukuran kapal agar bisa mengurus dan memiliki dokumen selanjutnya,” terang Tony mengakhiri.(duki).




