Indocement Tarjun Sambut Bahan Bakar Hijau: Sampah Banjar Resmi Jadi Energi Produksi Semen

Perwakilan manajemen Indocement Plant Tarjun turut melepas pengiriman perdana RDF. Foto by Humas ITP Tarjun.

ADAINFO, KOTABARU – Komitmen PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. terhadap keberlanjutan dan substitusi bahan bakar fosil semakin nyata.

Pabrik Indocement di Tarjun, Kotabaru, resmi menerima pengiriman perdana Refuse Derived Fuel (RDF) bahan bakar alternatif hasil olahan sampah plastik dari Kabupaten Banjar.

Pengiriman ini menandai dimulainya kerja sama strategis yang mengubah sampah plastik low value Banjar yang selama ini menumpuk di TPA, menjadi sumber energi andal dalam proses produksi semen di Indocement.

Perwakilan Management PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk., Eva Ariani, turut hadir dalam acara pelepasan simbolis di Martapura yang juga dihadiri oleh Deputi KLHK Hanifah Dwi Nirwana.

Kerja sama ini menjadi langkah konkret Indocement dalam mewujudkan Co-processing sampah sebagai bahan bakar alternatif, sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular yang dicanangkan perusahaan.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Banjar dan KLHK. Bagi Indocement, pemanfaatan RDF ini adalah langkah win-win. Di satu sisi, kami membantu mengatasi tantangan pengelolaan sampah, terutama plastik low value yang sulit diolah, dan di sisi lain, kami mendapatkan sumber energi alternatif yang efisien dan berkelanjutan,” jelas perwakilan manajemen.

Pemanfaatan RDF dari TPS 3R Lestari Albasia Martapura ini secara langsung mendukung upaya Indocement untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil seperti batu bara.

Sampah yang sudah dipilah dan diolah menjadi RDF memiliki nilai kalori yang memadai untuk digunakan sebagai bahan bakar pengganti di pabrik semen.

Dengan menerima RDF ini, Indocement turut berkontribusi aktif dalam:

  • Mengurangi Emisi Karbon, Menggantikan bahan bakar fosil dengan bahan bakar turunan sampah yang lebih ramah lingkungan.
  • Mendukung Pengurangan TPA, Membantu Kabupaten Banjar mengurangi beban sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir.
  • Mendorong Ekonomi Sirkular, Memberi nilai ekonomi baru pada sampah plastik yang sebelumnya tidak memiliki nilai jual.

Kegiatan pelepasan truk pengangkut RDF yang disaksikan langsung oleh jajaran KLHK dan Pemda Kalsel ini menegaskan posisi Indocement sebagai industri semen yang berkomitmen tidak hanya pada kualitas produk, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan di Kalimantan Selatan. (rls/red)