
ADAINFO, KOTABARU – Kepala Disparpora Kotabaru, Sonny Tua Halomoan bercerita kilas balik Mamake SJA Hill.
Ia mengatakan, sebelum menjadi obyek wisata kebanggaan masyarakat Kotabaru, bukit Mamake dan Bapake masih berupa belukar dan rumput ilalang.
“Ibarat kata Bukit Mamake dan Bapake ini layaknya kembang desa yang masih polos yang belum kenal bersolek sehingga belum menjadi primadona,” guyon Sonny saat menghadiri peresmian Mamake SJA Hill, Minggu (2/2/25).
Bukit Mamake dan Bapake merupakan kawasan hutan lindung yang melingkupi desa Sarang Tiung dan desa Tirawan yang dikelola oleh Gapoktan HKM Mutiara Sarang Tiung.
Hal itu berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tanggal 26 Oktober 2017 Tentang Pemberian Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan kepada Gapoktan Hutan Mutiara Sarang Tiung seluas 500 Ha pada Kawasan Hutan Lindung.
Khusus untuk Areal Bukit Mamake Bapake dikelola oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Jasa Lingkungan seluas 49 Ha.
Sonny mengungkapkan, atas arahan dan bimbingan dari Bupati Kotabaru, H. Sayed Jafar SH, Sejak tahun 2018 Disparpora dengan Kepala Dinas waktu itu Khairian Anshari.
Dan dilanjutkan Kepala Dinas Risa Ahyani bersinergi dan berkolaborasi dengan Dinas PUPR, PT. Arutmin NPLCT dan Masyarakat Sarang Tiung yang tergabung dalam Gapoktan HKM Mutiara Sarang Tiung yang di ketuai oleh Bapak Abdul Mulud.
Lalu pada tahun 2022 dimulailah pembangunan infrastruktur di kawasan Mamake SJA Hill.
Disparpora dan Bappeda kala itu dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pulau Laut Sebuku selalu melakukan koordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan dan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Provinsi Kalimantan Selatan dalam menentukan pembangunan dan luasan area yang dapat dibangun sesuai Peraturan Perundang-undangan yaitu seluas 10% dari luasan 49 Ha yang di izinkan, yaitu 4,9 Ha.
“Pembangunan tersebut antara lain adalah Viewing Bridge, Gazebo, Musholla dan kantin,” jelasnya.
Lanjutnya, ditahun 2023 dilanjutkan dengan pembangunan panggung, pembangunan loket, dan lemasangan pintu masuk elektronik.
“Dan pada tahun 2024 pembangunan yang dilakukan yaitu pembangunan pintu gerbang dan pembangunan taman landscape dan pemasangan lampu hias sehingga pada hari ini dapat kita saksikan bersama keindahan Mamake SJA Hill,” ucapnya.
Sonny juga bilang tahun 2024 Event olahraga (Sport Tourism) Paralayang dan Gantolle di Mamake SJA Hill Bapake telah menjadi event berskala Internasional.
International Paragliding Accuracy (IPAC) seri 3 dilaksanakan pada bulan Juni 2024 dengan animo peserta dari luar negeri dan dalam negeri.
Selanjutnya, 13 siswa lokal, warga kotabaru telah memiliki Paragliding Licence 1 (PL 1) atau Licence pemula untuk pilot Paralayang. (red)




