Tradisi Mengawah Bubur Asyura di Kotabaru masih tetap Terpelihara

Warga saat mengawah bubur Asyura. Foto by adainfo.net

 

ADAINFO, KOTABARU – Mengawah alias mengolah bubur Asyura menjadi salah satu tradisi rutin setiap bulan Muharram di Kalsel, termasuk di Kotabaru.

Mulai hari ini kalangan Emak-emak mulai dari pusat kota hingga pedesaan di Bumi Saijaan mulai ramai mengolah bubur dengan cita rasa yang khas ini.

Pantauan media ini, pengolahan bubur sendiri dilakukan secara mandiri juga berkelompok kalangan emak-emak, hari ini Selasa 16 Juli 2024.

Selain di komplek Barak, Desa Dirgahayu, Kecamatan Pulau Laut Utara, namun mereka yang tinggal di kawasan Cantung, Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kelumpang Hulu juga semangat mengolah bubur.

Sementara tradisi mengawah bubur Asyura ini dilakukan untuk menyambut dan merayakan tahun baru Islam tanggal 1 Muharram hingga hari Asyura yakni tanggal 10 Muharram.

Bahkan, tradisi ini juga disebut masyarakat muslim untuk mempererat rasa kekeluargaan dan tali silaturrahmi antar sesama.

Salah satu warga Desa Sungai Kupang mengatakan mengawah bubur Asyura sudah menjadi tradisi sejak dahulu, atau turun temurun.

“Jadi, hal ini untuk memperingati hari 1 Muharram dan hari Asyura. Buburnya ini dimakan bersama-sama dan sebagian di bawa ke masjid serta sedekahkan pula untuk sesama,” tutur Ernawati. (duki).