
ADAINFO, KOTABARU – Aksi mulia dan kepedulian kembali ditunjukkan jajaran Polsek Sungai Durian, Kotabaru, Kalsel.
Mereka gerak cepat (Gercep) patungan dan menggalang donasi untuk seorang gadis di bawah umur yang menjadi korban persetubuhan pemuda bejat.
Terlebih, akibat perbuatan amoral yang dilakukan pelaku bocah tersebut tidak hanya trauma berat, namun juga mengalami pendarahan hingga harus mendapatkan penanganan medis.
Kapolres Kotabaru AKBP Dr Tri Suhartanto melalui Kasatreskrim Iptu M Taufan Maulana mengatakan selain telah berhasil mengungkap kasus tersebut para personel juga diminta untuk memberikan bantuan terhadap korban.
Terlebih menurut Taufan, korban tergolong keluarga yang kurang mampu sehingga butuh uluran tangan.
“Jadi, para personel Polsek Sungai Durian dan sejumlah warga patungan, dan uang tunai jutaan rupiah yang terkumpul langsung diserahkan ke pihak keluarga korban,” ujar Taufan, didampingi Kapolsek Sungai Durian IPDA Triwibawa, Senin 13 Mei 2024.
“Semoga sedikit bantuan dari kami itu bisa meringankan beban korban dan keluarganya yang tengah berada di rumah sakit panglima sebaya Kabupaten Paser, Kaltim,” imbuhnya berharap.
Sementara diwartakan sebelumnya, Kasus persetubuhan kembali bikin gempar warga Gendang Timburu, Kecamatan Sungai Durian, Kotabaru, Kalsel.
Kali ini, seorang pemuda berinisial AG berusia 16 tahun tega menyetubuhi bocah yang masih berusia 6 tahun berinisial SH atau sebut saja bunga.
Akibat perilaku amoral ini, korban disebut mengalami pendarahan dan trauma berat.
Kapolres Kotabaru AKBP Dr Tri Suhartanto melalui Kasatreskrim Iptu M Taufan didampingi Kapolsek Sungai Durian IPDA Triwibawa membenarkan adanya laporan ihwal peristiwa itu di wilayahnya.
Menurutnya, kasus tersebut terungkap setelah orang tua korban melapor agar pelaku dapat ditangkap dan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku.
Dia bilang, berdasarkan keterangan pihak orang tua korban perbuatan keji itu terjadi berawal saat orang tua merasa resah lantaran korban tak kunjung pulang ke rumah hingga malam hari.
Merasa janggal dan panik, orang tua korban lantas berinisiatif mencari keberadaan korban hingga menyusuri kebun kelapa sawit milik warga.
Selanjutnya, upaya orang tua korban pun tak sia-sia dan mendapati korban sekitar lima puluh meter dari permukiman warga.
Malam itu korban tampak kesakitan dan tertatih-tatih berjalan kaki tanpa busana dan di kakinya tampak mengalir darah segar.
Melihat putrinya dalam kondisi memperihatinkan itu, orang tua korban langsung membawa pulang korban untuk dimandikan.
Sejurus kemudian, orang tua korban pun menanyakan apa sebenarnya yang dialami korban, hingga akhirnya korban menyebut nama pelaku yang tega dengan paksa menggagahinya.
Lantaran khawatir dengan kondisi korban, orang tua korban bergegas membawa korban ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan medis.
“Nah, karena tak terima, orang tua korban pun langsung melaporkannya ke kami dan langsung kami tindaklanjuti pada 9 Mei 2024 lalu,” tutur Kasat Minggu 12 Mei 2024 malam.
Berdasarkan laporan resmi itu, sejumlah personel langsung diterjunkan untuk mencari dan mengamankan pelaku.
“Nah, karena identitas pelaku sudah kami kantongi maka pelaku berhasil diringkus beberapa jam setelah kejadian lalu digelandang ke Mapolsek untuk diproses hukum,” terangnya.
Sementara berdasarkan pengakuan pelaku, ia nekat menyetubuhi korban karena tak bisa mengendalikan nafsu birahinya. (duki).





