
ADAINFO, KOTABARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru mulai gencar melaksanakan sosialisasi Penanggulangan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kotabaru melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Latifu Arsyiono bahwa BPBD Kotabaru menargetkan memberikan sosialisasi ke 12 kecamatan yang tergolong rawan di kabupaten Kotabaru.
” Ini kecamatan ke 6 yang sudah kami datangi untuk diberikan sosialisasi, ” ungkap Latifu kepada wartawan, Jumat (11/8/23) usai menggelar sosialisasi di kecamatan Pulaulaut sigam.
Dijelaskannya, kegiatan yang dilaksanakan itu sesuai Instruksi Presiden saat Rapimnas tentang Kebencanaan tahun 2021 lalu, yakni penanggulangan dengan memberikan sosialisasi, berkomunikasi dan mengedukasi masyarakat.
Lanjut Latifu, dalam sosialisasi itu jajarannya menyampaikan bahaya kebakaran hutan agar masyarakat memahami bahwa efek dari kebakaran hutan dapat menimbulkan isu nasional, yang berakibat fatal diberbagai sektor, contohnya pendidikan dan perekonomian.
” Kita tidak mau terulang lagi kejadian sekitar tahun 2018-2019 lalu bandara Syamsudin Noor sempat ditutup, jadi isu nasional. Pemda, TNI Polri, dan masyarakat semua kena dampaknya, ” tuturnya.
Latifu menyampaikan, materi yang dipaparkan dalam sosialisasi itu yakni terkait penyebab terjadinya Karhutla, himbauan agar tidak membakar hutan dan lahan, solusi membuka lahan tanpa membakar, dan penggunaan aplikasi SIPONGI.

Ditambahkan Camat Pulaulaut Sigam, Pia Widya bahwa diwilayahnya lahan pertanian jumlahnya sedikit karena sebagian besar adalah permukiman penduduk.
Menurutnya, lahan perkebunan yang paling banyak ada di desa tirawan, namun itu pun tidak ada warganya yang membakar hutan disana.
” Namun kami tetap melakukan antisipasi, karena karhutla tidak hanya dari pembakaran lahan, tapi bisa juga dari pembakaran sampah, ” tuturnya.
Turut hadir dalam sosialisasi itu Kalak BPBD Kotabaru dan jajaran, Camat dan jajaran pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tamu undangan. (awa)





