
ADAINFO, KOTABARU – Bupati Kotabaru H Sayed Jafar menghadiri peringatan hari jadi Desa Mulyoharjo Kecamatan Pamukan Utara yang ke-38 di lapangan sekolah SMPN 2 Mulyoharjo, Minggu (7/5/23) malam.
Tak mudah akses menuju lokasi itu, Bupati Sayed dan rombongan berjibaku dengan jarak dan waktu dengan menempuh perjalanan selama 12 jam dimulai dari berangkat jam 14.00 siang dan kembali pada pukul 05.00 Pagi.
Kedatangan orang nomor satu di Kotabaru tersebut disambut langsung oleh Forkopimca, pemerintah desa, dan panitia pelaksana serta warga setempat dengan antusias dan disuguhi tarian dari pelajar setempat.
Pada kesempatan itu Bupati Kotabaru mengapresiasi pemerintah kecamatan dan desa yang telah berpartisipasi dalam membangun Kotabaru dan sangat mendukung acara ini karena diisi dengan kegiatan sosial yang mendidik.
” Saya sangat mendukung acara peringatan ulang tahun ke-38 Desa Mulyoharjo ini karena rangkaian acara ini bukti kebersamaan dan rasa syukur dari warga setempat, ” ucapnya.
Selain itu, kedepannya agar acara bisa ditingkatkan lagi karena sejalan dengan program pemerintah dan masalah UMKM warga agar bisa diikutkan pada pameran expo dalam rangkaian hari jadi Kotabaru ke-73 nanti agar bisa lebih dikenal diluar.
Bupati Kotabaru juga menginginkan agar perusahaan setempat ikut berperan serta dalam perbaikan infrastruktur jalan warga agar anak anak sekolah dan aktifitas warga bisa jalan sehingga perekonomian bisa meningkat.
Sementara, Kepala Desa Mulyoharjo, Widodo mengatakan, terimakasih kepada seluruh masyarakat Mulyoharjo yang selalu “Salyeg Saeke” guyup rukun, satu arah menuju cita cita bersama, mewujudkan desa yang gemah repah lohjenawi foto tentrem kerto raharjo.
” Melalui moment hari jadi Desa Mulyoharjo ke-38 ini kami berniat dan bertekad untuk Salyeg Saeke, bersama sama bagu membahu untuk menunjukkan Desa Mulyoharjo, ” tutur Kades.
Ia, juga memaparkan, potensi yang dimiliki oleh desanya selain karet dan sawit seperti potensi ekonomi masyarakat dari kepemudaan karang taruna, keahlian dalam penggemukan sapi, produksi jamu tradisional semi modern, dan lainnya. (rls)





