Strategi Pemkab Kotabaru Tekan Inflasi: Gelar Bazar Dagang hingga Luncurkan Aplikasi ‘KEPO’

Pembukaan Pasar murah dan launching aplikasi KEPO di Kotabaru. Foto istimewa.

ADAINFO, KOTABARU — Pemkab Kotabaru mengambil langkah proaktif untuk menekan angka inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Bertepatan dengan momen perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemkab Kotabaru menggelar Bazar Dagang 2026 yang dirangkai dengan peluncuran Aplikasi KEPO (Kebutuhan Pokok) dan Kios Jukung Pangan di Halaman Pasar Limbur Raya, Kamis (20/8/26).

Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas tantangan geografis Kotabaru yang merupakan daerah kepulauan. Biaya logistik yang tinggi seringkali menjadi pemicu lonjakan harga barang di tingkat konsumen.

Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, yang hadir mewakili Bupati H. Muhammad Rusli, menegaskan bahwa pengendalian inflasi di Kotabaru membutuhkan aksi konkret dari sisi distribusi maupun produksi.

“Ketika terjadi kenaikan harga, terutama akibat BBM, barang dari luar daerah harus menyeberang ke Kotabaru sehingga biaya angkut lebih tinggi. Oleh karena itu, kegiatan ini adalah upaya menjaga tingkat inflasi kita agar tetap stabil,” jelas Syairi dalam sambutannya.

Dalam acara tersebut, Bupati H. Muhammad Rusli turut hadir meninjau dan berbelanja di sejumlah stan sebagai bentuk dukungan langsung kepada pelaku UMKM lokal.

Untuk memastikan harga kebutuhan pokok dapat dipantau oleh masyarakat luas, Pemkab Kotabaru memperkenalkan dua inovasi utama, yakni

  • Aplikasi KEPO (Kebutuhan Pokok). Platform digital ini menyajikan informasi real-time mengenai harga komoditas penting di pasar tradisional, seperti beras, minyak goreng, gula, cabai, daging, dan ikan. Selain memudahkan warga membandingkan harga, aplikasi ini menjadi instrumen pemerintah memantau disparitas harga di lapangan.
  • Kios Jukung Pangan. Hasil sinergi dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Selatan ini dirancang khusus untuk memperkuat distribusi pangan ke masyarakat pesisir. Kios ini memotong rantai pasok agar warga perairan bisa mendapat harga bahan pokok yang murah dan stabil.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kotabaru, H. Muhammad Maulidiansyah, mengungkapkan bahwa strategi pemerintah daerah mulai membuahkan hasil.

Tercatat, angka inflasi Kotabaru pada Juli 2026 turun ke angka 3,41 persen. Angka ini membaik signifikan dari sebelumnya yang sempat menyentuh 6,46 persen pada Februari lalu.

Terkait pelaksanaan Bazar Dagang 2026, Maulidiansyah menyebutkan acara ini akan berlangsung selama tiga hari (20-22 Agustus 2026).

“Bazar ini diikuti 49 peserta, terdiri dari instansi pemerintah, perbankan, 20 pelaku UMKM, dan 25 distributor. Harapannya, masyarakat mendapat alternatif barang yang lebih murah sekaligus mendukung produk lokal,” ujarnya.

Selain fokus pada distribusi dan harga, Pemkab Kotabaru juga mematangkan rencana penguatan infrastruktur perdagangan hulu ke hilir.

Wakil Bupati Syairi Mukhlis mengungkapkan rencana besar pemerintah untuk membangun kembali fasilitas pasar yang sempat terdampak kebakaran, serta pembangunan Pasar Ikan terpadu pada tahun 2027 mendatang.

Proyek infrastruktur ekonomi tersebut direncanakan akan menyerap anggaran sekitar Rp182 miliar dengan menggunakan skema kerja sama pihak ketiga.

“Ketika produksi pangan kita bagus dan sarana perdagangannya memadai, insyaallah harga di pasar akan stabil dan ekonomi warga terbantu,” tutup Syairi sekaligus meresmikan pembukaan Bazar dan fasilitas digital tersebut. (rls/wd)