Tim Kesehatan PT SDE Layani Warga hingga ke Pedalaman Kotabaru

ADAINFO, KOTABARU – Sebuah rumah warga berdinding papan hijau di Dusun Lipun mendadak berubah fungsi menjadi ruang periksa dadakan pada Kamis kemarin.

Tampak meja kayu panjang dipenuhi tumpukan kotak obat, sementara puluhan warga dari balita hingga lansia duduk bersila menunggu giliran di atas karpet bermotif bunga.

Di sanalah tim kesehatan PT. Sumber Daya Energi (SDE), perusahaan tambang batu bara bawah tanah di bawah bendera Qinfa Group, menggelar program pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat Desa Bangkalaan Dayak, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kotabaru.

Kegiatan yang direncanakan berjalan santai justru berubah menjadi maraton pelayanan.

Perwakilan Kepala Teknik Tambang (KTT) PT. Sumber Daya Energi, Amirdi, mengaku tidak menyangka lonjakan kunjungan warga.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Karena tingginya animo warga, stok obat yang kami bawa pun sampai menipis,” ungkap Amirdi.

Menipisnya persediaan obat, menurut Amiruddin, bukan semata soal teknis logistik. Angka tersebut bicara tentang kesenjangan akses layanan kesehatan di wilayah yang secara geografis sulit dijangkau. Ia memastikan catatan ini akan menjadi bahan perhitungan ulang perencanaan pada kegiatan berikutnya.

Untuk mencapai Dusun Lipun, tim harus menempuh rute yang tidak ringan. Bagi Kepala Klinik PT. SDE sekaligus Penanggung Jawab Health Section, dr. Yohanes Widyakusuma Eka Saputra, justru di titik itulah makna kegiatan terasa paling kuat.

“Saya merasa sangat terpanggil untuk kegiatan sosial ke masyarakat. Perjalanan yang luar biasa dan menantang menuju lokasi ini justru membuat saya tersentuh dan siap memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ujar dokter yang akrab disapa dr. Yohanes.

Sepanjang kegiatan, dr. Yohanes terlihat bergantian memeriksa tekanan darah, melakukan auskultasi jantung dan paru, hingga menunduk memeriksa keluhan pada tungkai seorang ibu paruh baya yang datang dengan keluhan nyeri.

Yang tidak diperkirakan sebelumnya adalah pola temuan medis yang muncul di lapangan.

“Melalui program pengobatan gratis ini, kami mendapati banyak masyarakat dengan kondisi tekanan darah yang sangat tinggi. Ada pula beberapa warga dengan riwayat stroke berulang,” papar dr. Yohanes.

Ia menegaskan bahwa temuan tersebut merupakan deteksi yang sangat berharga. Sebagian besar warga baru mengetahui kondisi tekanan darahnya pada hari itu sebuah gambaran umum hipertensi yang kerap berjalan tanpa gejala hingga menimbulkan komplikasi.

“Ini bisa segera ditangani lebih lanjut, agar tidak sampai terjadi stroke bagi yang memiliki tekanan darah tinggi, dan tidak terjadi lagi stroke bagi yang sudah punya riwayat,” tegasnya.

Temuan ini pula yang menjadi catatan tersendiri bagi dr. Yohanes. Ia menyatakan pihaknya berencana menyusun program lanjutan yang lebih terarah.

“Ke depan kami ingin membawa program khusus deteksi penyakit kardiovaskular untuk wilayah ini,” tuturnya.

Kepala Dusun Lipun, Hariyadi menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim di wilayahnya. Ia menilai kegiatan semacam ini memberi dampak yang langsung terasa bagi warganya.

“Kami sangat menyambut baik program CSR PT. SDE ini. Banyak masyarakat tersenyum dan merasa senang didatangi tim kesehatan PT. SDE,” ujarnya.

Selanjutnya, Kadus berharap program serupa tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan. “Harapan kami kegiatan yang sangat bermanfaat dan berdampak ini terus diadakan,” imbuhnya.

Di antara warga yang menunggu giliran menyampaikan kesannya. Baginya, yang membekas bukan hanya obat yang diterima.

“Kami dan masyarakat lainnya sangat tersentuh dengan keramahan dan kesabaran dokter dan perawat Qinfa hari ini,” kata Imai.

Ia berharap program perusahaan Qinfa ini bisa lebih sering digelar. “Harapan kami, dokter dan perawat Qinfa datang lagi ke Dusun Lipun,” ujarnya.

Menjelang siang, antrean belum juga surut. Persediaan obat terus menipis, namun pelayanan tetap berlanjut hingga warga terakhir selesai diperiksa.

Bagi PT. Sumber Daya Energi, kegiatan itu menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan terhadap masyarakat lingkar tambang. Bagi warga Dusun Lipun, hari itu meninggalkan satu hal sederhana namun berarti: pengetahuan tentang kondisi kesehatan mereka sendiri dan harapan bahwa tim berbaju oranye itu akan kembali datang. (rel/duki).