
ADAINFO, KOTABARU – Jajaran legislator Kabupaten Kotabaru makin serius menata tenaga medis di Bumi Saijaan.
Teranyar, Senin (24/3/25) Panitia Khusus (Pansus) 3 DPRD Kotabaru kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Barat guna menggali ilmu menyusun Raperda tentang Pengelolaan Tenaga Medis dan Kesehatan.
Rombongan Pansus 3 yang terdiri dari Rahmad, S.Pd, H. Hasanudin, H. Abidin, dan Sahrani disambut oleh Kepala Bagian Rancangan Ahli Madya Bagian Hukum Pemprov Jawa Barat, Shita.
Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas tantangan pemerataan tenaga medis, terutama di daerah terpencil.
Anggota Pansus 3, Sahrani, menyoroti permasalahan yang dihadapi Kotabaru dalam penempatan tenaga medis.
Ia menjelaskan bahwa banyak tenaga kesehatan lebih memilih bertugas di perkotaan dibandingkan di daerah pedesaan atau terpencil, yang memiliki akses sulit dan membutuhkan perjalanan panjang melalui jalur darat, laut, maupun speedboat.
“Kebijakan yang ada turut memengaruhi penempatan tenaga medis. Seharusnya, sudah ada formasi yang ditentukan untuk wilayah tertentu, namun pada akhirnya banyak pegawai yang memilih pindah ke kota. Ini menjadi permasalahan yang perlu dicermati dan membutuhkan solusi konkret,” ujar Sahrani.
Ia menekankan bahwa peran kepala daerah sangat penting dalam menata distribusi tenaga kesehatan agar tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
Selain itu, ia berharap ada kesinambungan dalam penerapan formasi tenaga medis yang telah ditetapkan.

Senada dengan koleganya, Anggota Pansus 3 DPRD Kotabaru, Rahmad juga menyebut DPRD terus berupaya mengelola dan menata tenaga medis di Kotabaru.
“Keberadaan tenaga medis di pelosok daerah ini sangat diperlukan masyarakat kita,” ungkap Rahmad.
Kader PAN itu mengungkapkan penyusunan Raperda tentang pengelolaan tenaga medis sangat diperlukan agar nakes benar-benar tertata rapi terutama di daerah terpencil.
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi DPRD Kotabaru dalam menyusun regulasi yang lebih efektif untuk memastikan distribusi tenaga medis yang merata di seluruh daerah, termasuk wilayah terpencil.
DPRD Kotabaru terus berupaya mencari solusi terbaik guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama mereka yang berada di daerah dengan akses terbatas. (red)





