Seorang Pemancing Ditemukan Tewas Mengapung di Laut Kotabaru

Evakuasi jasad pemancing di perairan Kelumpang Tengah. Foto by Humas Polres Kotabaru

 

ADAINFO, KOTABARU – Seorang yang berprofesi sebagai pemancing ikan ditemukan tewas di perairan Kotabaru.

Informasi dihimpun, pria alias korban tersebut berinisial AG (60). Ia diketahui merupakan warga asal Desa Sembilang, Kecamatan Kelumpang Tengah.

Kapolres Kotabaru AKBP Doli M Tanjung melalui Kapolsek Kelumpang Tengah AKP Shoqif Fabrian membenarkan ihwal adanya peristiwa tersebut.

Shoqif mengatakan berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya dinyatakan hilang saat pergi memancing ikan di laut sejak Selasa (15/10) pagi.

Selanjutnya, menurutnya lantaran pihak keluarga khawatir atas keselamatan korban, lantas keesokan harinya dilakukan pencarian oleh pihak keluarga dibantu warga sekitar.

Pencarian dilakukan dengan cara menyisiri pantai desa setempat.

Kemudian, saat pencarian ditemukan sejumlah barang-barang milik korban, seperti jala dan box ikan yang mengapung di sekitar lokasi.

Selain itu, ditemukan pula sebuah gulungan tali pancing yang tersangkut di kayu terapung.

“Nah, tak jauh dari barang-barang tersebut, warga akhirnya menemukan jasad korban dalam posisi tertelungkup, mengenakan celana panjang tanpa baju,” terang Kapolsek Shoqif.

Kapolsek bilang jasad korban langsung dievakuasi ke rumah duka dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas Puskesmas.

Sementara atas peristiwa itu, pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menyatakan menerima kejadian itu sebagai musibah.

Jajaran Polsek setempat juga telah melakukan tindakan sesuai prosedur, termasuk menerima laporan, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban, mencatat keterangan saksi-saksi, mengumpulkan barang bukti, serta melaporkan kejadian kepada pimpinan.

“Adanya kejadian ini, Kapolres mengimbau kepada para nelayan, untuk selalu memprioritaskan keselamatan saat melaut,” kata dia, Kamis malam.

“Selanjutnya, saat melaut diusahakan tidak sendiri dan pastikan cuaca baik, peralatan lengkap, dan beritahu keluarga sebelum berangkat. Lengkapi pula pelampung dan bawa alat komunikasi untuk keadaan darurat,” pungkasnya. (red).