
ADAINFO, KOTABARU – Pemkab Kotabaru resmi mengalihkan lokasi pelaksanaan UMKM Ramadan Fest 2026.
Jika sebelumnya direncanakan di Jalan Singabana, pusat keramaian bulan suci tersebut kini dipusatkan di Jalan Pangeran Indra Kusuma Negara, tepatnya di kawasan ikonik Siring Laut.
Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin oleh Sekretaris Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kotabaru, H. Said Akhmad Jauhari, pada Jumat (6/2/26).
Kepala Bidang Usaha Mikro Diskoperindag Kotabaru, Hj. Henny Faulina, mengungkapkan bahwa pemindahan lokasi ini telah mempertimbangkan berbagai aspek teknis, mulai dari kapasitas lahan hingga kenyamanan pengunjung.
“Lokasi Siring Laut dinilai lebih representatif. Dari sisi kapasitas lebih luas, lebih nyaman bagi pengunjung, dan pengendalian lalu lintasnya lebih terukur. Kami ingin memastikan UMKM Ramadan Fest berjalan tertib dan aman,” ujar Henny.
Sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi lokal, Pemkab Kotabaru menyediakan 80 lapak gratis bagi para pelaku UMKM. Sebanyak 16 tenda besar akan disiapkan untuk menaungi para pedagang tanpa dipungut biaya sewa sepeser pun.
Selain area berdagang, panitia juga akan membangun panggung utama untuk acara pembukaan serta berbagai kegiatan hiburan religi sebagai pendukung suasana Ramadan.
Mengingat tingginya antusiasme masyarakat, sejumlah skema pengamanan telah disiapkan.
Dinas Perhubungan Akan melakukan rekayasa lalu lintas dan penutupan akses jalan di sekitar lokasi mulai pukul 15.00 WITA setiap harinya.
Satpol PP & Polres Kotabaru diterjunkan untuk menjaga ketertiban umum dan keamanan di area festival.
Sementara Dinas Kesehatan menjamin kualitas takjil dan makanan melalui pengawasan food security, serta menyediakan unit ambulans dan tim P3K di lokasi.
UMKM Ramadan Fest 2026 dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 17 Februari hingga 17 Maret 2026. Adapun prosesi pembukaan resmi (opening ceremony) direncanakan bakal digelar pada awal Maret 2026.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat berburu takjil bagi warga, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Kabupaten Kotabaru sepanjang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. (rls/wd)





