
ADAINFO, TANAH BUMBU – Pemkab Tanah Bumbu menggelar ikhtiar spiritual melalui kegiatan istighosah dan doa bersama.
Langkah ini ditempuh sebagai bentuk permohonan keselamatan serta kemudahan dalam menghadapi musim kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat, Kamis (10/9/26).
Kegiatan khidmat yang dipusatkan di Ruang Terbuka Depan Masjid Al-Falah, Desa Gunung Antasari, Kecamatan Simpang Empat ini dihadiri langsung oleh Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif bersama ratusan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Andi Rudi Latif mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat ikhtiar lahir dan batin, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta senantiasa waspada terhadap potensi bencana kekeringan dan karhutla.
Menurutnya, doa dan ibadah harus berjalan beriringan dengan aksi nyata di lapangan.
Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab kolektif yang membutuhkan partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan sekitar dari ancaman api.
“Melalui kegiatan ini, mari kita bersama-sama memanjatkan doa agar Kabupaten Tanah Bumbu senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, perlindungan, serta kemudahan dalam menghadapi musim kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan,” ujar Andi Rudi Latif.
Bupati juga menekankan pentingnya sinergitas lintas sektoral yang melibatkan jajaran pemerintah, aparat penegak hukum, relawan, tokoh masyarakat, hingga warga umum guna mengantisipasi ancaman bencana secara cepat dan terkoordinasi.
Rangkaian acara istighosah ini semakin bermakna dengan kehadiran para ulama kharismatik yang memberikan tausiah dan bimbingan rohani kepada masyarakat.
Hadir dalam kesempatan tersebut Al Habib Musthafa Bin Abdullah Alaydrus (Pimpinan Majelis Dzikir Syamsi Syumus Indonesia) serta Habib Hasan Bin Ahmad Alawi Assegaf dari Tarim, Hadramaut, Yaman.
Bupati Andi Rudi Latif menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kehadiran para habaib yang telah memberikan pencerahan spiritual bagi warga Tanah Bumbu. (rls)





