Peringati Maulid Nabi 1448 H, DWP Tanah Bumbu Bedah Konsep Harmoni Keluarga dalam Islam

DWP Tanah Bumbu peringati Maulid Nabi Muhammad SAW. Foto by MC TANBU.

ADAINFO, TANAH BUMBU – DWP Tanah Bumbu menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan mengusung tema yang dekat dengan kehidupan keluarga, yakni “Pandangan Islam Terhadap Hak serta Kewajiban Suami dan Istri dalam Rumah Tangga”.

Acara khidmat ini dipusatkan di Gedung Sekretariat PKK Kapet, Kecamatan Simpang Empat, belum lama ini.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan wawasan keagamaan bagi para pengurus dan anggotanya.

Ketua DWP Kabupaten Tanah Bumbu, Siti Masitah Eryanto Rais, dalam sambutannya mengungkapkan harapan agar pertemuan tersebut membawa keberkahan dan nilai tambah bagi para anggota dalam mengarungi kehidupan berumah tangga.

“Semoga pertemuan ini tidak hanya menjadi pertemuan rutin, tetapi menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kebersamaan, serta menambah wawasan dan keimanan kita,” ujar Siti Masitah.

Ia menambahkan, peringatan Maulid Nabi merupakan kesempatan emas untuk kembali meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW, termasuk bagaimana beliau membangun dan memperlakukan anggota keluarganya dengan penuh kasih sayang.

Sementara itu, Penasehat I DWP Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, menilai tema yang diangkat sangat krusial dan kontekstual bagi kehidupan keluarga masa kini.

Menurutnya, keharmonisan rumah tangga sangat bergantung pada seberapa baik pasangan suami istri memahami serta menjalankan hak dan kewajiban masing-masing.

“Melalui peringatan Maulid Nabi ini, mari kita jadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam membangun keluarga yang harmonis. Suami dan istri memiliki hak dan kewajiban yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, saling menghargai, menyayangi, dan menguatkan dalam kebaikan,” tutur Andi Irmayani.

Ia juga menekankan bahwa keluarga adalah madrasah utama dalam membentuk karakter anak. Oleh karena itu, komunikasi yang sehat dan nilai-nilai agama menjadi pilar penting untuk menciptakan suasana rumah yang tenteram.

Acara puncak diisi dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Ustadzah Huril Ainur Rahmah. Dalam ceramahnya, ia mengupas tuntas pandangan Islam mengenai pembagian peran yang adil dan seimbang antara suami dan istri.

Ustadzah Huril mengingatkan pentingnya landasan amanah, kesabaran, dan sikap saling menghormati dalam merawat keutuhan rumah tangga.

Sikap lembut Rasulullah SAW kepada keluarganya patut dijadikan cerminan utama agar tercipta keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. (rls)